Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Jokowi Marah Besar Dana Daerah Rp226T Parkir di Bank, Mendagri Tito Copot Dirjen Ardian

Jumat, 26 Nov 2021 - 22:41 WIB
Mendagritito - inilah.com
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mencopot Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mochamad Ardian N dicopot dari jabatannya. Terkait dana daerah Rp226 triliun yang parkir di bank?

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan mengatakan, pemecatan Ardian diputuskan Mendagri Tito sejak beberapa waktu lalu. Selanjutnya, Ardian ditugaskan sebagai dosen di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). “Beberapa waktu yang lalu Pak Ardian ditugaskan untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai dosen pada IPDN,” kata Benni, di Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Menurut dia, Ardian memang berlatar belakang akademisi. Darahnya adalah mengajar, sekaligus untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, khusus berkenaan dengan pengelolaan keuangan daerah. Selain itu, hal ini juga dalam rangka memperkuat program studi keuangan faerah yang terdapat di IPDN.

Baca juga
Jumat Berkah Inilah.com: Memberi Makan juga Hidupkan Ekonomi UMKM

Namun, ketika disinggung mengenai alasan pencopotan Ardian, Benni tak mau menjawab. Termasuk soal kekecewaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat besarnya duit daerah yang diparkir di bank mencapai Rp226 triliun.

Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021 di Jakarta, Rabu (24/11/2021), Presiden Joko Widodo kembali menegur kepala daerah. Terkait jumbonya dana daerah yang ‘parkir’ di perbankan. Angkanya tak kira-kira, Rp226 triliun duit daerah tersimpan rapi di brangkas bank.

“Pak Gubernur, Wali Kota, masih ada tadi pagi saya cek di Kementerian Keuangan, masih ada uang (APBD) di bank (mengendap) di akhir November ini. Tinggal sebulan lagi. Saya peringatkan,” tegas Jokowi

Baca juga
Megawati Doakan Kesembuhan SBY

Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI ini meminta pemerintah daerah untuk segera merealisasikan anggarannya. Demi menumbuhkan perekonomian daerah dan nasional.

“Uang kita sendiri tidak digunakan, tapi kejar-kejar orang lain agar uang (modal) masuk. Logikanya gak kena. Uang kita sendiri dihabiskan dulu, relisasi segera. Habis sudah tidak ada APBD, APBN, baru cari investasi untuk datang. Logika ekonominya seperti itu,” tuturnya.

Presiden menggarisbawahi, defisit APBN hingga Oktober 2021, mencapai Rp548 triliun. Sedangkan duit APBN yang dialokasikan ke daerah nilainya mencapai Rp642 triliun.

 

Tinggalkan Komentar