Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Jokowi Minta LADI di Reformasi Total, Buntut Sanksi WADA

Sabtu, 23 Okt 2021 - 01:08 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Jokowi Minta LADI di Reformasi Total, Buntut Sanksi WADA - inilah.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Presiden Joko Widodo meminta Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) di reformasi total menyusul sanksi World Anti-Doping Agency (WADA) terhadap Indonesia yang melarang bendera Indonesia berkibar di ajang olahraga internasional.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin yang menjelaskan agenda rapat yang dilakukan Jokowi bersama dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

“Dalam rapat tersebut, Bapak Presiden minta dilakukan evaluasi internal dan investigasi secara menyeluruh, reformasi LADI secara total,” ujar Bey dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (22/10/2021).

Selain itu, Jokowi juga meminta agar Menpora Zainuddin Amali bergerak menyikapi persoalan ini secepat mungkin.”Menpora juga diminta segera perbaiki komunikasi dengan WADA,” lanjut Bey.

Baca juga
Presiden Jokowi Mendarat di Tanah Air Usai Lawatan Tiga Negara

Bey menambahkan, selain dihadiri Menpora, rapat juga diikuti oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury dan Ketua LADI Zaini Khadafi.

Sebelumnya, Indonesia mendapat sanksi dari WADA karena dianggap tak mematuhi prosedur antidoping, yakni test doping plan (TDP).

Akibat sanksi ini, Indonesia tidak diperbolehkan mengibarkan bendera Merah Putih di single event dan multievent internasional.

Selain itu, Indonesia juga tidak diizinkan terpilih menjadi tuan rumah olahraga kelas regional, kontinental, hingga dunia selama satu tahun sejak sanksi tersebut berlaku.

Sanksi dirasakan saat Tim Indonesia menjuarai Piala Thomas akhir pekan lalu. Dampak dari sanksi tersebut, Merah Putih tak dikibarkan saat Tim Indonesia berada di podium juara.

Tinggalkan Komentar