Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Jokowi Mulai Siapkan Anggaran untuk Pelaksanaan Pemilu 2024

Jokowi Pastikan Mulai Siap Anggaran untuk Pelaksanaan Pemilu 2024

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah mulai menyiapkan anggaran pelaksanaan Pemilu 2024. Presiden meminta semua kementerian, lembaga pemerintah provinsi hingga kabupaten ikut mendukung penuh tugas KPU dan Bawaslu.

“Kita harus mempersiapkan pelaksanaan pemilu yang tahapannya akan dimulai Juni 2022,” kata Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Kamis (28/4/2022).

Sebelumnya Presiden Jokowi menyebut kebutuhan anggaran pemilu 2024 mencapai Rp110,4 triliun dengan rincian anggaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar Rp76,6 triliun dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) senilai Rp33,8 triliun.

“Bantuan, baik dari APBN dan APBD agar Pemilu 2024 terselenggara dengan baik, sukses, dan lancar,” imbuh Presiden.

Baca juga
Bertemu PM Inggris, Jokowi Arahkan Kerja Sama Ekonomi Hijau

Presiden Jokowi mengakui pada tahun 2022 dan 2023 Indonesia akan menghadapi situasi yang tidak mudah. Selain itu,  situasi ekonomi dan politik global yang mengalami gejolak dan penuh ketidakpastian.

“Pandemi belum sepenuhnya berakhir, beberapa negara masih bergulat menekan penyebaran COVID-19, bahkan masih melakukan lockdown. Kemudian terjadi gangguan supply chain yang dampaknya ke mana-mana,” ungkap Presiden.

Apalagi, menurut Presiden Jokowi, dunia terkena efek perang antara Rusia dan Ukraina. Imbasnya memunculkan krisis energi dan krisis pangan.

“Akhirnya inflasi global meningkat tajam dan pertumbuhan ekonomi global akan mengalami perlambatan,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi meminta para menteri, kepala lembaga, dan kepala daerah agar betul-betul waspada, mengkalkulasi, dan menghitung secara detail langkah antisipasinya.

Baca juga
100 Calon Taruna Kemenkumham Positif COVID-19

“Agar langkah antisipasinya benar, maka kita harus betul-betul siap kalau krisis ini berlanjut sampai tahun depan. Hati-hati semuanya, kita harus punya sense of crisis, jangan seperti biasanya, jangan business as usual, sense of crisis harus ada pada diri kita semua sehingga kita harus ada perencanaan yang baik,” tegas Presiden. [yud]

Tinggalkan Komentar