Senin, 27 Maret 2023
05 Ramadhan 1444

Sebelum Jokowi Naikin BBM Subsidi, Ekonom PKR Minta Duit Subsidi Diaudit

Kamis, 01 Sep 2022 - 22:33 WIB
Jokowi cawapres pdip - inilah.com
Presiden Jokowi - (Foto: dok Setkab)

Meski kenaikan harga BBM subsidi tak jadi diberlakukan 1 September, ekonom Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra tetap mempertanyakan alasan kenaikan harga minyak dunia.

Selama ini, kata Gede, para menteri Jokowi selalu berdalih kenaikan harga minyak dunia membuat pemerintah terjepit. Anggaran subsidi BBM melonjak hingga Rp502 triliun. Alhasil, kenaikan harga BBM subsidi menjadi pilihan yang paling pahit.

“Memang betul ada kenaikan atas nilai subsidi BBM sebesar 181 persen. Dan, kompensasi BBM naik hingga 226 persen. Tapi, minyak mentah dalam periode yang sama, hanya naik 50 persen. Lha ini, jelas tidak wajar. Harus segera diaudit.” kata Gede kepada Inilah.com, Jakarta, Kamis (1/9/2022).

Baca juga
Presiden Jokowi akan Kunjungi Ukraina dan Rusia Akhir Juni

Menurut perhitungan Gede, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sepanjang 2021, rata-rata US$68/barrel. Sementara harga ICP sepanjang Januari-Agustus 2022, rata-rata US$ 104/barrel. Atau naik 50 persen.

Sedangkan besaran subsidi BBM pada 2021 mencapai Rp 83 triliun. Setahun kemudian meroket menjadi Rp234 triliun. Kenaikannya 181 persen. Kenaikan besaran subsidi lebih dari 3 kali lipat kenaikan harga ICP.

Tingginya ekspor minyak mentah, kata Gede, tak bisa lepas dari tanggung jawab Presiden Jokowi. Meningkatnya beban untuk impor BBM saat ini adalah kesalahan pemerintahan Jokowi sendiri yang gagal membangun kilang baru selama pemerintahannya.

Baca juga
HKTI Fadli Zon Dorong Jokowi Lebih Perhatikan Kesejahteraan Petani

Saat berada di Tembagapura, Mimika, Papua, Kamis (1/9/2022), Presiden Jokowi menerangkan, pemerintah belum menaikkan harga BBM subsidi karena masih proses pengitungan ulang. “BBM semuanya masih pada proses dihitung, dikalkulasi dengan hati-hati,” kata Jokowi.

Lalu kapan diumumkan” Mantan Wali Kota solo dan Gubernur DKI Jakarta ini, tak mau berspekulasi. Jokowi mengulang kalimat sebelumnya, pemerintah masih mengkalkulasi harga BBM.

Tinggalkan Komentar