Selasa, 05 Juli 2022
06 Dzul Hijjah 1443

Jokowi Sebut Banyak Negara yang Memohon Minta Dikirim CPO dan Batu Bara

Selasa, 21 Jun 2022 - 18:43 WIB
Jokowi Sebut Banyak Negara yang Memohon Minta Dikirim CPO dan Batu Bara
Presiden Jokowi Menghadiri Rakernas PDIP di Lenteng Agung, Selasa (21/6/2022)/ist

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan kekuatan Indonesia berada pada sektor energi seperti batu bara, nikel dan bahan baku minyak goreng atau CPO (crude palm oil).

Sebab banyak negara yang sangat terdampak akibat kebijakan larangan ekspor dari Indonesia untuk sejumlah komoditas seperti CPO dan batu bara.

Jokowi menyebut, akibat pelarangan itu, setidaknya ada lima Perdana Menteri yang menghubunginya untuk meminta keran ekspor CPO dan batu bara dibuka lagi. Hal ini berkaitan dengan keberlangsungan listrik dan industri di negara tersebut.

“Presiden Jokowi mohon kita dikirim batu baranya ini segera, secepatnya, kalau ndak mati kita, listrik kita mati, industri kita mati’. Kita jadi tahu kekuatan kita itu ada di mana,” kata Jokowi dalam acara Rakernas PDI Perjuangan, di Jakarta, Selasa (21/6/2022).

Baca juga
Jokowi Belajar Bidang Mebel dari Sosok Miyono

Selain itu, larangan ekspor CPO juga sangat berimbas bagi perikonomian global. Sama seperti batu bara, beberapa negara juga mengontak Jokowi agar mencabut larangan ekspor CPO dan turunannya.

“Pak kalau Bapak dalam dua hari ini tidak kirim, kami akan terjadi gejolak sosial politik di negara saya. Tolong bisa dikirimkan’,” ujar Jokowi menirukan pembicaraan.

Jokowi mengatakan, saat itu ada sekitar 3 juta ton stok CPO dalam negeri. Sedangkan permintaan dari luar negeri mencapai 200 ribu ton sehingga pemerintah memutuskan mengirim 120 ribu ton.

“Jadi kita tahu posisi kita itu ada di mana, kekuatan kita itu ada di mana, di sini mulai kelihatan. Batu bara kita mempunyai kekuatan besar, CPO kita mempunyai kekuatan besar, nikel kita mempunyai kekuatan besar,” ujarnya.

Baca juga
Presiden Jokowi dan Wapres juga Dapat THR, Ini Jumlahnya

Meski begitu, Jokowi mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk tidak mengandalkan ekspor bahan mentah. Sebab jika ekspor itu sudah berupa barang jadi makan nilainya akan menjadi mahal.

“Tapi tidak bisa kita teruskan yang namanya ekspor dalam bahan mentah, itu stop, harus mulai kita berani stop ekspor bahan mentah kemudian kita buat barang jadi, ada industrialisasi, ada hilirisasi di situ. Itulah sebetulnya kekuatan besar kita sehingga nilai tambah itu ada di dalam negeri,” tambah Jokowi.

Tinggalkan Komentar