Selasa, 27 September 2022
01 Rabi'ul Awwal 1444

Jokowi Sebut Korsel Sepakat untuk Investasi US$6,37 Miliar di IKN Nusantara

Kamis, 28 Jul 2022 - 20:28 WIB
Jokowi Sebut Korsel Sepakat untuk Investasi US$6,37 Miliar di IKN
Kerja Sama RI dengan Korsel/Foto:Antara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Korea Selatan (Korsel) sepakat berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan pengembangan smart city. Nilai investasinya mencapai US$6,37 miliar.

Hal itu Jokowi usai bertemu Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol di Kantor Kepresidenan Yongsan, Seoul, Kamis (28/7/2022) sore. “Kita juga telah memulai kerja sama dalam pengembangan IKN Nusantara, antara lain kerja sama dalam pembangunan penyediaan sistem air minum dan ‘capacity building’ dalam pembangunan smart city,” kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers bersama Presiden Yoon Suk-yeol yang disaksikan secara virtual dari Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Jokowi menjelaskan, dukungan Korsel dalam pembangunan IKN Nusantara juga dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman kerja sama investasi antara PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) bersama Kementerian Investasi dengan Posco Korea.

Kerja sama antara Krakatau Steel dan Posco menyepakati investasi perluasan kapasitas produksi baja, terutama pada industri baja otomotif untuk kendaraan listrik, serta partisipasi Posco dalam pembangunan IKN Nusantara. Investasi dari kerja sama tersebut diperkirakan 3,5 miliar dolar AS.

Baca juga
Otorita IKN Pungut Pajak, Ekonom Sebut Langgar Konstitusi Bisa Masuk Bui

Selain itu, Pemerintah Korsel juga menyepakati pembangunan instalasi pengolahan limbah cair untuk IKN Nusantara. “Nilai investasinya keseluruhan mencapai 6,37 miliar dolar AS dan akan menyerap lebih dari 58 ribu tenaga kerja,” kata Jokowi.

Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljhono, kerja sama Indonesia-Korea Selatan juga mencakup pembangunan instalasi pemurnian air.

Basuki mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan akan membantu melalui hibah pembangunan instalasi pemurnian air dengan kapasitas 300 liter per detik.

“Kami sudah melihat kemarin di Hwaseong Water Purification Plant. Menurut saya ini adalah teknologi terbaik yang tersedia yang sudah diaplikasikan oleh Korea Selatan sehingga siap minum karena proses pengolahan akhirnya dilakukan dengan metoda ozonisasi,” kata Basuki.

Baca juga
INDEF Sebut Subsidi BBM dan Proyek IKN Kurang Bermanfaat

Kerja sama kedua yang sudah disepakati adalah pembangunan instalasi pengolahan limbah cair untuk IKN Nusantara. Kerja sama ketiga mencakup pembangunan smart village yang terdiri dari 100 unit rumah sebagai proyek percontohan.

“Proyek smart village ini direncanakan dapat mulai dibangun pada 2023 mendatang dengan dukungan dari Korea Selatan,” kata Basuki.

Untuk menghubungkan IKN Nusantara dengan Kota Balikpapan, Pemerintah Korsel juga akan membantu pembangunan terowongan bawah laut atau immerse tunnel yang sesuai dengan konsep forest city.

“Kita ingin melindungi bekantan, fauna dan flora endemik lainnya yang ada di sekitar Teluk Balikpapan. Untuk itu, kita tidak akan membangun jembatan yang secara fisik mengubah morfologi lingkungan, melainkan kita coba bangun immerse tunnel seperti di Geoje, Busan,” kata Basuki.

Baca juga
Usai Alami Kekalahan Beruntun, Timnas Indonesia U-19 Raih Kemenangan di Korea

Saat ini, proyek tersebut sedang dikerjakan studi kelayakannya, kemudian tahun ini dilanjutkan dengan desain dasar, sehingga diharapkan pembangunan dapat dimulai pada 2023.[ipe]

Tinggalkan Komentar