Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Jokowi Sesumbar Kartu Prakerja Tingkatkan Keterampilan 12,8 Juta Orang

Jumat, 17 Jun 2022 - 18:04 WIB
Penulis : Fadly Zikry
kartu prakerja jokowi - inilah.com
YouTube Kartu Prakerja

Presiden Jokowi menyebut program Kartu Prakerja yang telah diikuti sebanyak 12,8 juta orang sejak diluncurkan pada April 2020 telah meningkatkan keterampilan dan produktivitas peserta.

“Ini angka yang tidak kecil, 12,8 juta, yang produktivitasnya meningkat, skill-nya meningkat, pengalaman kerjanya karena pelatihan ini menjadi meningkat, 12,8 juta,” kata Jokowi dalam acara yang ditayangkan akun YouTube Kartu Prakerja, Jumat (17/6/2022).

Jokowi mengapresiasi pencapaian itu, ditambah lagi program Kartu Prakerja diluncurkan pada pada awal Pandemi COVID-19.

Hasil survei Badan Pusat Statistik menunjukkan 88,9 persen peserta Program Prakerja mengaku bahwa program tersebut meningkatkan keterampilan mereka.

Baca juga
Pasca Dipolisikan Pacari Menantu Jenderal Orang Dekat Jokowi, Rumah Askara Sepi Aktivitas

Jokowi mengakui bahwa ada sejumlah hal yang harus diperbaiki dari program tersebut, salah satunya adalah pendampingan bagi peserta yang telah menyelesaikan program.

“Kita harapkan terus dievaluasi, dikoreksi, diperbaiki, masukan-masukan saya kira banyak diterima. Tadi bagus yang (usul) harus didampingi saya kira juga baik, nanti kalau ada yang minta di-endorse lagi ya di-endorse satu-satu,” tuturnya.

Kemudian Jokowi berbicara mengenai kunci kemajuan sebuah negara yaitu sumber daya manusia (SDM).

“Sumber daya alam banyak tetapi kalau SDM-nya tidak mendukung, enggak ada artinya. Tapi kalau sumber daya alamnya ada didukung oleh SDM yang baik seperti yang ada di kanan-kiri saya ini didukung inilah yang akan nanti membuat negara ini maju,” kata Jokowi.

Baca juga
Dukung Balap Formula E, Anies: Terima Kasih Presiden Jokowi

Mantan Wali kota Solo itu menambahkan, Kartu Prakerja akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan evaluasi dan masukan berbagai pihak.

“Yang paling penting sekarang ini dievaluasi dulu, ada koreksi-koreksi, megenai anggaran nanti disesuaikan dengan APBN yang ada,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar