Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Judi Online Piala Dunia 2022, Fatwa Haram MUI dan Telaah Muhammadiyah

Senin, 12 Des 2022 - 14:12 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
INILAHREWIND 2022: Sukses Piala Dunia di Negara (Bukan) Sepak Bola
Perayaan pembukaan Piala Dunia 2022 di Stadion Al Bayt pada 20 November 2022 di Al Khor, Qatar. (Foto: Gettyimages/Michael Regan)

Banyak orang menyambut sukacita Piala Dunia Qatar 2022 yang tengah berlangsung. Setiap penggemar sepak bola telah memiliki negara jagoannya dan berharap tim idola memenangkan turnamen empat tahunan tersebut.

Selain riuh sukacita penggemar menonton perhelatan ini, satu hal yang biasa meramaikan turnamen sepak bola adalah taruhan yang kerap terjadi di jagat maya.

Mengutip laman Muhammadiyah, Senin (12/12/2022), perjudian pada Piala Dunia bisa terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk taruhan pada hasil pertandingan, taruhan pada skor pertandingan, dan taruhan pada siapa yang akan menjadi pemain terbaik dalam pertandingan. Karena Piala Dunia merupakan acara yang sangat penting bagi banyak orang, taruhan yang terkait dengan acara ini bisa sangat menguntungkan bagi para pemain judi.

Baca juga
Impian Mo Salah ke Piala Dunia 2022 Sirna Ditembaki Sinar Laser

Namun, perjudian juga bisa menjadi masalah serius. Banyak orang yang kecanduan judi dan mengalami kerugian finansial yang besar karena terlibat dalam perjudian yang terkait dengan Piala Dunia.

Selain itu, perjudian juga bisa menimbulkan masalah etika dan moral.

Karenanya banyak orang yang merasa bahwa perjudian tidak sesuai dengan nilai-nilai olahraga yang sehat. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk memahami risiko yang terkait dengan perjudian pada Piala Dunia.

“Islam sangat melarang perjudian dalam berbagai bentuk, karena hal ini dapat merugikan siapa pun dan sama sekali tidak mendatangkan kemaslahatan,” ucap Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Qaem Aulassyahied,  pada Ahad (11/12/2022).

Baca juga
FIFA, Qatar dan Eksposur Kemunafikan

Fatwa MUI

Sementara itu menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta mengingatkan agar masyarakat tidak memanfaatkan pertandingan sepakbola Piala Dunia dengan perjudian uang, karena sesuai dengan ajaran Islam hal itu haram.

“Baik taruhan uang yang nilainya kecil atau besar, itu tetap judi. Hukumnya haram. Jadi, kami mengingatkan agar masyarakat tidak memanfaatkan pertandingan sepakbola pada Piala Dunia sebagai objek perjudian,” kata KH Abun Bunyamin yang saat itu menjadi Ketua MUI Purwakarta mengutip NU Online.

Dalam Al Quran disebutkan: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS. Al Maidah: 90).

Baca juga
Muhammadiyah Sentil Dunia Barat yang Diam Soal Konflik Palestina Tapi Galak ke Rusia

Oleh karena itu, hukum judi dalam Islam adalah haram. Orang-orang yang terlibat dalam perjudian dianggap telah melakukan dosa, dan diharapkan untuk menyesal dan memohon ampun kepada Allah. Namun, jika seseorang telah bertobat dan bersungguh-sungguh ingin berubah, maka Allah akan menerima tobatnya dan memaafkannya.

Tinggalkan Komentar