Kamis, 14 Mei 2026 | 26 Dzulqa'dah 1447
inilah.commarketsektor riilJumlah Penumpang Jauh dari Target, Kubur Mimpi Kereta Whoosh Balik Modal Cepat

Jumlah Penumpang Jauh dari Target, Kubur Mimpi Kereta Whoosh Balik Modal Cepat

Iwan Medium.jpeg
Minggu, 31 Agustus 2025 - 04:09 WIB
Share
Ilustrasi: PT KCIC menerapkan harga tiket promosi hanya Rp150.000 sekali perjalanan yang bisa dipesan melalui aplikasi Whoosh. (Foto: antara)

Ilustrasi: PT KCIC menerapkan harga tiket promosi hanya Rp150.000 sekali perjalanan yang bisa dipesan melalui aplikasi Whoosh. (Foto: antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

Suka atau tidak, proyek kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang sekarang berjuluk Kereta Whoosh, secara bisnis masih merugi.

Beban operasional tak bisa ditutupi dari penjualan tiket. Celakanya lagi, proyek pembangunannya masih ngutang dari Bank Pembangunan China alias China Development Bank (CDB).

Economist NH Korindo Sekuritas, Ezaridho Ibnutama memiliki hitung-hitungan yang menunjuk beratnya beban keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku pengelola Kereta Whoosh.

Diawali dengan proposal China untuk membangun kereta cepat rute Jakarta-Bandung sebesar US$6 miliar atau setara Rp97,67 triliun. Dalam perjalanannya, terjadi pembengkakan atau cost overrun menjadi US$7,3 miliar yang setara Rp118,83 triliun.

Akibatnya, sejumlah BUMN terjerat utang lebih dari US$5 miliar atau setara Rp81,39 triliun, sebagian besar dari CDB. Masalahnya, pemerintah optimistis kereta Whoosh bisa cepat balik modal, dengan target bisa mengangkut 16 juta orang per tahun. "Realitanya? Setengahnya saja enggak sampai," imbuhnya, Jakarta, dikutip Sabtu (30/8/2025).

Berdasarkan data KCIC, jumlah penumpang Kereta Whoosh hingga akhir Juni 2025, hanya 2.936.599 penumpang. Anggaplah 3 juta penumpang selama 6 bulan beroperasi, atau setara 18 persen dari target setahun.

Mengalami kenaikan 10 persen jika dibandingkan paruh pertama 2024 yang mencapai 2.668.894 penumpang. Pada 2024, penumpang kereta Whoosh mentok di 6,06 juta orang. Atau hanya 37 persen dari target. Artinya, jangan bicara untung apalagi balik modal untuk proyek kereta Whoosh.

"Ini malinvestasi dalam bentuk paling murni. Uang tidak mengalir ke mana rakyat inginkan, melainkan ke mana politisi merasa tampak megah. Kredit murah dari China dan jaminan negara membuat proyek ini terlihat untung," imbuhnya.

Nah, masalahnya, utang proyek kereta Whoosh sebesar US$7,3 miliar itu, 75 persen adalah duit utangan CBD yang bunganya berkisar 3,5 dan 4 persen per tahun.

Artinya, konsorsium KCIC saham mayoritasnya dimiliki PT KAI harus membayar bunga sekitar Rp2 triliun setiap tahun.

Selain itu, laporan keuangan PT KCIC menunjukkan kerugian yang terus berlanjut. Meskipun penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, kerugian pada semester pertama tahun 2025 masih menyentuh Rp1,6 triliun, yang jelas merugikan pemilik mayoritas PT KAI, yakni negara.

Belum kerugian yang harus ditanggung sejumlah BUMN seperti WIKA, JSMR dan PTPN yang punya saham di KCIC juga. Semua gara-gara dipaksa menggarap kereta Whoosh di era Jokowi.

 

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com