Kamis, 06 Oktober 2022
10 Rabi'ul Awwal 1444

Junjung Nilai Kesetaraan, MIND ID Turun Terlibat Dalam ASEAN Paragames 2022

Minggu, 07 Agu 2022 - 19:21 WIB
Junjung Nilai Kesetaraan, MIND ID Turun Terlibat Dalam ASEAN Paragames 2022
Penutupan ASEAN Paragames 2022 di Solo/Foto:ist

MIND ID, Mining Industry Indonesia sebagai BUMN Holding Industri Pertambangan selalu mengedepankan kolaborasi untuk mendukung program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Grup MIND ID turut berkontribusi dalam ajang ASEAN Paragames 2022 di Solo, Jawa Tengah ini selaras dengan pathway pada poin 3, yakni Mewujudkan Kehidupan yang Sehat dan Sejahtera.

ASEAN Paragames ini sudah berlangsung selama seminggu dan resmi ditutup dengan selebrasi upacara penutupan Association of Southeast Nation (ASEAN) Para Games 2022 , Sabtu (6/8/2022).

Direktur Keuangan MIND ID Devi Pradnya Paramita yang turut hadir pada acara penutupan tersebut mengaku bangga pihaknya bisa mengambil peran penting dalam mendukung ASEAN Paragames 2022.

Baca juga
MIND ID Dikepung Aktivitas Tambang Ilegal

“Nilai-nilai yang terkandung dalam perhelatan ASEAN Paragames ini sejalan dengan salah satu pilar sustainability pathway MIND ID yakni pilar “People”. Hal ini terkait inclusion dan diversity, dimana Perusahaan mendukung bukan hanya di tempat kerja tetapi juga untuk para atlet disabilitas mendapatkan kesempatan untuk sejajar dan mendapatkan akses untuk berprestasi di bidang olahraga,” kata Devi dalam keretangan persnya, Minggu (7/8/2022).

Selain dalam bidang olahraga, Grup MIND ID, juga memiliki beberapa program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Batik Handayani yang berlokasi di Bogor, merupakan salah satu UMK binaan PT Antam, yang memberdayakan beberapa pekerja disabilitas, mulai dari diberikan ketrampilan membatik, hingga menjahit.

Baca juga
Raih Emas di Para-Renang ASEAN, Fajar Nur Hadianto Akui Berkat Doa Orang Tua

Selain itu di Sumatera Utara terdapat Rumah Pemberdayaan disabilitas yang mendapat perhatian dari Inalum. Dalam komunitas tersebut para disabilitas diajak untuk bisa berkarya, mulai dari menjahit, membuat kerajinan tangan, hingga perbengkelan.

“Akhirnya Striving for Equality tetap layak di kumadangakan sekalipun gemuruh Asean Paragames 2022 telah berakhir, tapi semangat kesetaraan perlu untuk terus diperjuangkan dengan memperbanyak ruang bagi mereka yang jauh lebih membutuhkan perhatian,” tutup Devi.

Tinggalkan Komentar