Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Jurus Menparekraf Sandiaga Jadikan Desa Wisata Green Talao Park Mendunia

Rabu, 06 Jul 2022 - 05:28 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Desa Wisata Green Talao Park
Desa Wisata Green Talao Park (Foto Jadesta)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menginginkan Desa Wisata Green Talao Park (GTP) Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, menjadi magnet bagi wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, dengan melakukan pengembangan wisata yang ada di kawasan tersebut.

“Kita akan membuka penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke BIM (Bandara Internasional Minangkabau, Sumbar), jadi ini akan kami realisasikan dalam waktu yang tidak lama lagi,” ujar dia saat ke Desa Wisata GTP Ulakan, Sumbar, lewat keterangan resmi, yang diterima di Jakarta, Selasa (05/07/2022).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kekaguman terhadap keanekaragaman alam, budaya, dan religi yang ada di Desa Wisata Green Talao Park yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

Baca juga
Sandiaga Peringatkan Masyarakat Jangan Euforia Saat Wisata

Desa Wisata Ulakan merupakan salah satu dari 50 besar yang terpilih dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Desa tersebut berjarak 14,5 kilometer dari BIM dengan daya tarik wisata berupa kawasan pesisir pantai estuaria mangrove yang dikelola menjadi destinasi ekowisata dan edukasi.

Selain itu, juga terdapat Green Talao Park dengan daya tarik treking mangrove sepanjang 1,8 kilometer dan keanekaragaman hayati serta budaya masyarakat.

“Kawasan ini juga tersinergi langsung dengan Makam Syekh Burhanudin sebagai pusat wisata religi di Sumbar dan kawasan Taman Wisata Pulau (TWP) Pieh,” kata Menparekraf.

Banyak peziarah dari jamaah Syatariah di seluruh Nusantara yang khusus datang ke kawasan wisata religi Makam Syekh Burhanudin Ulakan, tokoh penyebar agama Islam di Sumbar.

Baca juga
Mengintip Wisata Air di Desa Sendang Pacitan

Desa wisata tersebut juga memiliki beraneka ragam kesenian seperti kesenian randai Ulu Ambek, tari bagalombang, dan tambua tansa.

Dengan potensi wisata yang beraneka ragam itu, lanjutnya, maka perlu ada kolaborasi antara pelbagai pihak terkait untuk mengembangkan potensi wisata.

“Kita gali terus potensi untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja karena saya lihat banyak sekali lapangan kerja yang tercipta di sini. Karena ini adalah pariwisata berbasis komunitas,” katanya.

Tinggalkan Komentar