Kabar Baik dari BI, Bisnis Siap Tancap Gas di Triwulan I-2022

Kabar Baik dari BI, Bisnis Siap tancap gas di Triwulan I-2022

Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) dari Bank Indonesia (BI) menyiarkan kabar baik. Bahwa kegiatan bisnis atau usaha meningkat di triwulan I 2022. Mudah-mudahan bukan angin surga.

Hal itu tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 9,39 persen, meningkat dari 7,1 persen dari triwulan sebelumnya. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (14/1/2022), mengatakan peningkatan tersebut bersumber dari beberapa sektor utama yang mencatat kinerja positif, terutama sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan.

Hal tersebut sejalan dengan periode panen raya tanaman bahan makanan, serta sektor industri pengolahan seiring dengan perkiraan meningkatnya permintaan.

Baca juga  Inilah Perkembangan Terakhir yang Pengaruhi Sentimen Pasar

Sementara itu, SKDU mengindikasikan kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2021 tumbuh positif, hal ini tercermin dari nilai SBT sebesar 7,1 persen, sedikit lebih rendah dari SBT sebesar 7,58 persen pada triwulan III 2021, namun meningkat dibandingkan dengan SBT sebesar minus 3,9 persen pada triwulan IV 2020.

Erwin menjelaskan, peningkatan kinerja usaha terindikasi pada sektor industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran dan pengangkutan, serta komunikasi, yang didorong oleh meningkatnya permintaan seiring pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas di berbagai daerah, serta perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur akhir tahun.

Baca juga  Pemerintah Tak Mau Lagi Ada Tawar Menawar dengan Obligor dan Debitur BLBI

Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai triwulan IV 2021 tercatat sebesar 72,6 persen, sedikit lebih rendah dari 73,3 persen pada triwulan sebelumnya, namun lebih tinggi dibandingkan dengan 71,96 persen pada triwulan IV 2020.

Penggunaan tenaga kerja diindikasikan membaik meski masih dalam fase kontraksi. Sementara itu kondisi keuangan dunia usaha terindikasi membaik dibandingkan dengan kondisi pada periode sebelumnya, baik dari aspek likuiditas maupun rentabilitas, didukung oleh akses pembiayaan yang lebih mudah.

 

Tinggalkan Komentar