Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Kabar Duka, Mantan Menteri ATR Ferry Mursyidan Baldan Berpulang

Jumat, 02 Des 2022 - 14:50 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Ferry Mursyidan Baldan Meninggal Dunia - inilah.com
Ferry yang lahir pada 16 Juni 1961 adalah Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. (Foto: Istagram/@ariefroshid.id)

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka datang dari Ferry Mursyidan Baldan. Ia dikabarkan meninggal dunia pada usia 61 tahun. Ferry yang lahir pada 16 Juni 1961 adalah Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Ia menjabat dari 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016 pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. “Telah berpulang ke rahmatullah Kanda Ferry Mursyidan Baldan (Ketum PB HMI 1990-1992, pada har ini di Jakarta. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu. Semoga diampuni segala dosa-dosanya. Rumah duka: Jln, Anggrek Cendrawasih IX No. 24 Slipi, Jakarta,” tulis pemilik akun Instagram @ariefroshid.id dikutip Jumat (2/12/2022) siang.

[Sebelumnya, Ferry adalah anggota Komisi II DPR untuk periode 2004-2009 sekaligus Ketua Pansus Rancangan Undang-Undang Pemilu. Ferry terlahir sebagai anak kedua dari empat bersaudara, putera pasangan Baldan Nyak Oepin Arif asal Aceh dan Syarifah Fatimah (alm) berasal dari Suku Batak Kluet di Provinsi Aceh.

Kedua orang tuanya yang berasal dari Aceh namun lama bermukim di Bandung Jawa Barat, karena bekerja sebagai karyawan Telkom di Kantor Pusat Telkom di Bandung. Ia memiliki tiga saudara, masing-masing Syafril Ardan Baldan, Zulkautsar Baldan, Mahdan Ridjal Baldan.

Baca juga
KPK Tegaskan Tidak Berpolitik Terkait Penyelidikan Kasus Formula E

Setelah menamatkan pendidikan dasar dan menengah, Ferry melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran Bandung, lulus tahun 1988.

Pada masa itu, ia aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan. Antara lain lewat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), ia pernah menjabat Ketua Umum Badko, Jawa Barat (1988-1990) kemudian menduduki jabatan Ketua Umum PB HMI periode 1990-1992.

Saat kecil Ferry punya dua cita-cita: menjadi seorang pilot pesawat terbang atau menjadi diplomat. Kedua cita-cita itu akan memungkinkannya melanglang buana ke berbagai negara.

Upaya maksimal telah dilakukan Ferry untuk meraih mimpi sebagai pilot. Namun, keinginan itu kandas karena ia berkacamata. Perjalanan hidup membawa Ferry menjadi seorang politikus dan anggota parlemen.

Tahun 1992, Ferry resmi menjadi anggota Golongan Karya (Golkar) yang kini dikenal sebagai Partai Golongan Karya (Partai Golkar), sebelumnya bernama Golongan Karya. Kemudian ia terpilih menjadi anggota MPR RI periode 1992-1997 mewakili organisasi pemuda/mahasiswa.

Ia pernah menjadi Sekjen DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) pada periode 1998-2003 dan terpilih sebagai Ketua DPP Kosgoro (1994-1999).

Baca juga
Zulhas, Nobody’s Perfect

Pemilu 1997 menjadi pengalaman pertama Ferry menjadi anggota calon legislatif dan mengantarnya sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan Bandung. Ia ditempatkan dalam Komisi II yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri, Hukum, Kepolisian, dan Aparatur Negara.

Seharusnya masa keanggotaan DPR RI hingga 2002. Tetapi tumbangnya rezim Orde Baru memaksa dipercepatnya pelaksanaan Pemilu. Otomatis masa kerja DPR RI hasil pemilu 1997 hanya sampai 1999.

Pada pemilu 1999, Ferry kembali menjadi anggota DPR RI periode 1999 -2004 dan terpilih Wakil Ketua Komisi II. Dalam periode ini, Ferry terlibat penyusunan UU yang dinilai banyak pengamat sebagai landasan menuju Indonesia yang demokratis, yakni UU No 22/1999 tentang Otonomi Daerah, UU No 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, dan Pansus tiga UU Bidang Politik, khususnya UU Parpol dengan Ferry sebagai Ketua Pansus.

Pada 2018, Ferry bergabung dengan Tim Kampanye Nasional dari kubu Capres Prabowo Subianto -Sandiaga Uno

Pengalaman Organisasi:

  • BADKO HMIJawa Barat – Ketua Umum (1998–1990)
  • PB HMI– Ketua Umum (1990–1992)
  • Badan Perwakilan Mahasiswa Fisip UNPAD– Anggota (1984-1985)
  • Senat Mahasiswa Fisip UNPAD–Ketua Umum (1985-1986)
  • DPP AMPI–Sekretaris Jendral (1998 – 2003)
  • DPP Partai Golkar – Ketua Departemen Pemuda (1992-2004)
  • Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan)  (disingkat NasDem atau Nasdem) (2010- 2018)
  • Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
    • 1997-2004 (Anggota)
    • 1999-2004 (Wakil Ketua Komisi II)
    • 2004-2005 (Ketua Komisi II)
    • 2005-2009 (Anggota Komisi II)
Baca juga
Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jatim Dicopot Ganti Teddy Minahasa

 

 

Tinggalkan Komentar