Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Kadin Janji Wujudkan Ekonomi Indonesia Masuk 4 Besar Dunia

Sabtu, 03 Des 2022 - 19:26 WIB
Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (2/12/22). (Foto: Dok Kadin Indonesia).

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung pemerintah menumbuhkan ekonomi nasional. Wujudkan mimpi Indonesia masuk 4 besar negara yang ekonominya maju.

“Kadin memiliki peran sentral dalam perekonomian Indonesia. Karena itu, kami akan menjadi mitra strategis pemerintah dan promotor dalam kemajuan industri dan perdagangan, baik skala regional, nasional, maupun global. Termasuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2045,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid di Jakarta, Sabtu (3/12/2022).

Sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, sebagai rumah bagi seluruh industri skala besar maupun kecil, Kadin Indonesia bakal merumuskan peta jalan industri yang mengatur landasan, arah, serta strategi dari setiap sektor industri dan perdagangan dalam mewujudkan ekosistem besar ekonomi Indonesia tersebut.

Secara khusus, peta jalan tersebut akan menyasar empat klaster utama Indonesia Emas, antara lain hilirisasi, transformasi digital, pengentasan kemiskinan dan kesehatan, serta ekonomi hijau. “Roadmap ini dibuat agar segala upaya, program, dan inisiatif apapun dapat terintegrasi dan terkoordinasi, serta terarah pada target pembangunan 2045. Bersama-sama seluruh pelaku usaha, baik skala UMKM maupun pengusaha besar, Kadin akan mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi terbesar keempat pada 2045,” ujar Arsjad.

Baca juga
Faisal Basri Blak-blakan Soal Pertumbuhan Ekonomi RI yang Kerdil

Arsjad mengatakan, peta jalan industri tersebut akan melibatkan seluruh komponen bangsa, baik Kadin daerah, asosiasi, akademisi, hingga Non Government Organization (NGO) untuk menghasilkan strategi yang inklusif dan kolaboratif.

Hal tersebut dilakukan demi memastikan pertumbuhan ekonomi yang digerakkan oleh pelaku usaha di setiap daerah tidak akan menyisakan satu pun yang tertinggal, sehingga pertumbuhan ekonomi, pembangunan 2045, dan kesejahteraan dapat dirasakan oleh semua pihak.

Sebelumnya, dalam seremoni pembukaan Rapimnas 2022 Kadin, Presiden Jokowi mengatakan, ekonomi bahwa Indonesia saat ini, dan tahun depan, adalah titik terang dari kesuraman yang terjadi secara global.

Dengan melihat pencapaian Indonesia pada kuartal III-2022, terefleksi dari pertumbuhan ekonomi mencapai 5,72 persen dan surplus neraca perdagangan yang berturut-turut selama 30 bulan mencapai Rp714 triliun, Indonesia pantas optimistis pada pertumbuhan ekonomi tahun depan.

Baca juga
Meneropong Optimisme Pertumbuhan Kredit di Tahun Macan Air

Optimisme tersebut bakal semakin kencang dirasakan karena pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan digerakkan oleh ekosistem ekonomi besar dengan mengandalkan empat keunggulan komparatif yang tidak semua dimiliki oleh negara-negara lain.

Kekayaan sumber daya mineral, antara lain nikel, bauksit, timah, tembaga bakal akan diintegrasikan melalui kebijakan hilirisasi dan pemanfaatan energi bersih dalam rangka menghadirkan ekosistem ekonomi besar tersebut demi memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

Dengan modal bonus demografi yang bakal menyentuh empat besar dunia di angka 274 juta jiwa, jumlah angkatan kerja produktif sekitar 201 juta, serta komitmen pada transisi energi bersih dan ekonomi berkelanjutan, Indonesia bakal menyongsong peradaban baru dari lokomotif yang digerakkan oleh kekuatan pasar dalam negeri dan ekosistem industri skala global di Tanah Air.

Baca juga
Bank Dunia: Ekonomi Global 2023 Bisa dengan Mudah Mengarah ke Resesi

 

Tinggalkan Komentar