Kajian Bandingkan SBY-Jokowi, Demokrat: Ajar Generasi Penerus Pecah Persatuan dan Kesatuan

Kajian Bandingkan SBY-Jokowi, Demokrat: Ajar Generasi Penerus Pecah Persatuan dan Kesatuan - inilah.com
foto istimewa

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan menduga Sekjen PDIP Hasto Kristianto sedang mengajarkan generasi penerus untuk memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Pasalnya Hasto Kristianto membuka pendaftaran kajian akademis hanya untuk perbandingan kinerja Presiden Jokowi dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

“Kalau itu dilaksanakan, maka itu sama mengajarkan generasi sekarang dan penerus memecah persatuan dan kesatuan bangsa, karena setiap pemimpin memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing,” kata Syarief kepada Inilah.com, Sabtu (30/10/2021).

Menurut Syarif,  pembangunan yang dilakukan di era kepemimpinan setiap presiden, mestinya saling berkelanjutan walau setiap presiden memiliki gaya kepemimpinan dan kelebihan masing-masing.

Baca juga  Banjir di Cipinang Melayu Makin Tinggi, Warga Mulai Mengungsi

Untuk itu bila yang diinisiasi Hasto tujuannya adalah untuk sebuah idealisme, mengapa kajian itu tidak mencakup semua presiden yang pernah menjabat di republik ini? Mengingat sangat tidak elok jika hanya membandingkan SBY dengan Jokowi.

“Kita harus menghargai dan menghormati semua pemimpin presiden kita. Itu Pancasilais,” ucap Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia ke-9 itu.

Syarif yang juga Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia itu  menyampaikan, 10 tahun kepemimpinan Presiden SBY rata-rata pertumbuhan ekonomi 6%. Bidang pertahanan dengan program MEF anggaran pertahanan menjadi diatas 1%. Kemiskinan juga turun drastis dari 17.6% menjadi 10.8%. Pengangguran dari 9% turun menjadi 5.9%. Bahkan janji-janji SBY sebagian besar terlaksanakan dalam kurun waktu 10 tahun kepemimpinan. 

Baca juga  Jakarta International Velodrome Kembali Dibuka

“Bidang kompetensi apalagi sangat sulit dibandingkan. Infrastuktur Program MP3EI dan sebagian pembangunannya dilanjutkan sekarang,” ungkap pria kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan ini.

Diketahui, pemberitaan mengenai Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto sedang ramai dibahas khalayak, terkait membuka pendaftar beasiswa kajian akademis guna membandingkan kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo.

Hasto mengklaim hasil penelitian itu nantinya bakal menjadi bagian pendidikan politik bangsa tentang proses menjadi pemimpin, kapasitas pemimpin, prestasi pemimpin, dan tanggung jawab seorang presiden.

Tinggalkan Komentar