Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Kajian Ustaz Adi Hidayat: Orang Baik Itu Pasti Tenang

Kamis, 20 Okt 2022 - 11:35 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Logo Halal Ustaz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat (Foto Inilah.com)

Setiap orang pasti ingin hidup dengan tenang dan damai. Pendiri Quantum Akhyar Institute Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, setidaknya ada ciri sifat yang harus dimiliki seorang muslim jika ingin hidupnya tenang dan tenteram.

“Semua bagian kebaikan itu akan cenderung mengantarkan kita ketenangan pada intinya jadi orang baik itu pasti tenang kalau nggak percaya jadi orang baik itu pasti akan cenderung mudah menerima dan mengatasi berbagai persoalan kehidupan,” ujar UAH dikutip dari akun instagramnya @adihidayatofficial, Kamis, (20/10/2022).

Dia menjelaskan, sifat kebaikan inilah kunci dalam menjalani kebahagiaan hidup.

“Jadi orang baik apapun yang Allah titipkan kepada kita nanti pulangnya pun tenang. Pulangnya karena makanya panggilan jiwanya itu jiwa yang tenang,” kata UAH.

Baca juga
Jamuan Hangat KBRI Spanyol Jadi Sajian Penutup Rama Bersama Tim INA-UAH Sport di Eropa

UAH menuturkan, di dunia ini setiap orang pasti akan menghadapi berbagai masalah, baik dalam kehidupan pribadi, rumah tangga, maupun dalam interaksi sosial di masyarakat. Menurut dia, dengan jalan kebaikan menjadi lebih mudah menerima dan menjadi solusi mengatasi persoalan kehidupan.

Penulis Kitab At-Taisir ini melanjutkan ada penjelasan soal ayat yang menerangkan tentang jiwa yang tenang yang diseru oleh Allah SWT dan akan ditunaikan janji pada mereka untuk masuk surga.

Allah berfirman dalam Q.S. Al-Fajr :

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (28) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (29) وَادْخُلِي جَنَّتِي (30

Baca juga
UAH: Jadi Ahli Alquran Beri Jaminan untuk Manusia di Dunia dan Akhirat

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoi-Nya,Maka masuklah kedalam golongan Hamba-hambaKu. dan masuklah kedalam surga-Ku.” (Q.S. Al-Fajr :27-30)

“Setelah itu, tanamkan dalam benak kita rasa syukur kepada Allah SWT bahwa sebesar apapun musibah yang menimpa kita, sesungguhnya itu hanya sedikit dan sangat kecil jika dibandingkan dengan nikmat dan karunia-Nya yang begitu luas,” jelas lulusan Kulliyah Dakwah Islamiyah Al A’lamiyah Tripoli, Libya ini.

Tinggalkan Komentar