Kakak Menteri BUMN Garap Mega Proyek Kawasan Industri Hijau Kaltara

Kakak Menteri BUMN Garap Mega Proyek Kawasan Industri Hijau Kaltara

Garibaldi Thohir yang juga kakak Menteri BUMN Erick Thohir menjadi pimpinan konsorsium proyek Kawasan Industri Hijau Kalimantan Utara (Kaltara). Proyek ini baru diremsikan Presiden Jokowi.

Dua hari lalu, tepatnya Selasa (21/12/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan ground breaking Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Asal tahu saja, proyek pembangunan KIHI ini tidak main-main. lahannya saja disediakan 30 ribu hektar. Nilai investasinya mencapai US$132 miliar atau setara Rp1848 triliun. Rencananya, kawasan industri ini adalah yang terbesar di dunia.

Nah, yang menggarap mega proyek ini adalah konsorsium Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI). Menariknya, pimpinan dari konsorsium tersebut adalah Garibaldi Thohir. Pria yang akrab disapa Boy Thohir adalah kakak kandung Menteri BUMN Erick Thohir. Pengusaha ini sekarang sudah masuk lingkar istana.

Baca juga  Percepat Bebas Sanksi Badan Anti-Doping, 153 Sampel Segera Dikirim ke Qatar

Dalam membangun KIHI, Boy Thohir menjamin tidak ada keterlibatan pemerintah dalam penyertaan modal, maupun akuisisi lahan pada pembangunannya. Proyek ini murni digarap konsorsium swasta nasional dan luar negeri dengan skema business to business (B2B). “Kami selaku konsorsium swasta nasional dan luar negeri, terdorong mengembangkan kawasan industri hijau terbesar di dunia, yang juga merupakan proyek industrial estate terbesar yang pernah dibangun oleh swasta di Tanah Air,” kata Boy Thohir, Jakarta, Kamis (23/12/2021).

Garibaldi yang akrab disapa Boy ini, menyatakan, kesadaran dunia internasional terhadap ekonomi hijau semakin tinggi, tercermin dari permintaan atas produk hijau yang semakin meningkat, baik di pasar nasional maupun global.

“Kami berkomitmen menciptakan produk energi hijau yang mampu bersaing di pasar global dengan mengutamakan proses industri berkelanjutan dan ramah lingkungan, seperti solar panel, green aluminium smelter, dan new energy battery,” katanya.

Baca juga  Era Bank Digital, BNI Bikin Platform untuk Pasarkan Produk Jawara

Industri di kawasan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar aluminium yang memiliki potensi besar di Indonesia dan global, mengurangi impor aluminium, meningkatkan ekspor dan penerimaan pajak bagi pemerintah Indonesia, serta mendukung sektor industri masa depan Indonesia.

Selain itu, akan dibangun pabrik new energy battery yang dapat mendukung upaya pemerintah untuk memacu pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik dan berkontribusi secara signifikan bagi perkembangan energi baru terbarukan di Indonesia.

“Proyek pembangunan ini didukung penyediaan listrik yang bersumber dari energi terbarukan yaitu pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan standar konstruksi modern yang ramah lingkungan, dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS),” ujarnya.

Baca juga  Dukung Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Telkom Kenalkan Tomps

Dalam waktu dekat, menurut dia, segera masuk investasi dari Eropa dan Amerika sehingga diharapkan dapat menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional.

Pembangunan kawasan industri hijau KIPI ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 60.000 orang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

KIPI juga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan mempercepat vaksinasi COVID-19 untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat, berupa penyediaan 10.000 dosis vaksin gratis untuk warga pada tahun 2021. “Program ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan tingkat vaksinasi di Kalimantan Utara, sehingga herd immunity atau kekebalan kelompok dapat segera terbentuk di Indonesia,” katanya.

 

Tinggalkan Komentar