Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Kala DJ Jati “Menggoyang” Buruh di Tengah Aksi

Sabtu, 21 Mei 2022 - 19:20 WIB
Img 6344 - inilah.com
DJ Jati Andito asyik memutarkan musik melalui seperangkat alat hingga buruh berjoget di tengah aksi di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5/2022). Foto: Inilah.com/Harris Muda

Ada yang menarik saat massa buruh menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5/2022). Rupanya, seorang Disc Jockey atau DJ turut hadir di tengah aksi ini.

DJ itu bernama Jati Andito. Ia berperan menghibur para buruh yang ikut aksi. Dari atas sebuah mobil pikap, Jati tampak asik memutarkan musik melalui seperangkat alat di hadapannya. Musik tersebut mampu membuat para pedemo bergoyang. Jati juga menyuarakan sahut-sahutan khas DJ di pentas musik.

Saat Inilah.com menemuinya, Jati mewakili Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi atau Sindikasi. Ia menuturkan, kehadiran seorang DJ itu sudah digaungkan sejak aksi Sindikasi beberapa tahun lalu.

Baca juga
Foo Fighters Gelar Dua Konser untuk Penghormatan Kepada Taylor Hawkins

“Gue menawarkan diri, ini alat semua dari Sindikasi. Sebelumya dua tahun lalu Sindikasi juga sudah pakai musik (dalam aksi), cuma musiknya musik yang kita ngerti doang. Maksudnya house music yang kita mengerti saja,” kata Jati.

Misinya kali ini adalah menyatukan semua elemen buruh yang hadir dalam aksi. Sehingga, musik yang ia gaungkan bersama para pedemo lebih banyak dikenal. Harapannya para buruh yang aksi pun ikut berjoget.

“Sekarang kita ingin menjangkau semuanya, jadi kita mainin koplo dangdut. Kita ingin menurunkan sekat, tidak ada perbedaan, kita semua kelas pekerja. Mau wartawan, mau saya pekerja industri media industri kreatif, pekerja buruh, manufaktur, buruh tani, nelayan, mahasiswa, pelajar kita semua sama, di lantai dansa kita semua sama,” katanya menambahkan.

Baca juga
60 Tahun Berkarya, The Rolling Stones Gelar Tur di Eropa

Aksi demo buruh yang bertepatan dengan 24 tahun Reformasi itu menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Massa meminta pencabutan Omnibus Law hingga pemberhentian sistem kerja kontrak yang dinilai merugikan para pekerja. [yud]

 

Tinggalkan Komentar