Sabtu, 26 November 2022
02 Jumadil Awwal 1444

Kalau harga BBM Subsidi Naik, PAN Khawatirkan Indonesia Krisis Pangan

Rabu, 31 Agu 2022 - 23:11 WIB
Kalau Harga BBM Subsidi Naik, PAN Khawatirkan Indonesia Krisis Pangan
Anggota Komisi XI DPR dari Faksi PAN, Ahmad Najib Qodratullah.

Ternyata, Politisi Senayan banyak yang menolak rencana pemerintahan Jokowi menaikkan BBM subsidi. Ingat, mayoritas petani adalah pengguna BBM subsidi. Jangan sampai produksi pangan anjlok memicu krisis pangan.

Seperti disampaikan Anggota Komisi XI DPR dari Faksi PAN, Ahmad Najib Qodratullah, kenaikan harga BBM bersubsidi otomatis mengerek harga barang alias inflasi. Artinya, beban rakyat menjadi lebih berat.

“Hampir seluruh media nasional memberitakan rencana kenaikan BBM, dan langsung direspons pasar. Baru tadi pagi mendapatkan informasi tentang kelangkaan BBM, salah satunya adalah Solar,” ujar Najib, Jakarta, Rabu (31/8/2022).

Najib mengingatkan pemerintah, inflasi bakal sulit dikendalikan apabila pemerintah nekat mengerek naik harga BBM bersubsidi. Di mana, BBM bersubsidi banyak dikonsumsi transportasi logistik serta masyarakat kelas bawah.

Baca juga
Rakyat Belum Siap, Ekonom Minta Presiden Jokowi Hati-hati Putuskan Harga BBM

Selain itu, Najib mengkkhawatirkan krisis pangan dan energi yang sudah terjadi di sejumlah belahan dunia, bakal menjalar ke Indonesia. Untuk itu, pemerintah perlu mengitung panen raya pada Juli-Agustus, mengingat alat pertanian masih menggunakan BBM bersubsidi.

“Petani belum untung kalau dibandingkan kenaikan harga-harga komponen pendukung seperti pupuk, dan sebagainya. Dari segala rencana strategis pemerintah tidak hanya melihat jangka pendek tapi jangka panjang, ini melahirkan intervensi anggaran,” ujarnya.

Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah masih mempertimbangkan banyak faktor sebelum menenrukan jadi-tidaknya kenaikan harga BBM. Mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga keberlanjutan APBN. “Kita pokoknya lihat seluruh faktor dalam hal ini. Yang harus diseimbangkan tadi, growth, inflation, daya beli, APBN,” ungkap Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (31/8/2022).

Baca juga
Wacana Pembatasan, Mobil di Atas 1.400cc Bakal Dilarang Minum Pertalite

Sejauh ini, kata dia, pemerintah berhasil menahan kenaikan tingkat inflasi, karena terus mengguyur subsidi energi meski angkanya terus naik hingga tiga kali lipat.

“Banyak negara hadapi inflasi di atas 8-9%. Karena kita naikkan subsidi BBM sampai tiga kali. Nilainya sampai Rp 502 triliun. Itu yang sebabkan harga-harga relatif bisa dikendalikan, kemarin pun inflasi disumbangkan lebih banyak oleh makanan bukan administered prices,” sebut Sri Mulyani.

 

 

Tinggalkan Komentar