Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Kampanye Antivaksin COVID-19, Jerman Blokir Puluhan Kanal Telegram

Telegram - inilah.com
ilustrasi Telegram - ist

Telegram memblokir 64 kanal di Jerman karena menyebarkan teori konspirasi anti-vaksin COVID-19.

Reuters, mengutip koran Sueddeutsche Zeitung, Sabtu (12/2/2022), polisi federal Jerman sebelumnya mengirimkan permintaan ke Telegram untuk memblokir kanal-kanal tersebut.

Telegram dituduh memicu tumbuhnya teori konspirasi anti-vaksin. Para pendukung teori tersebut menggunakan platform pesan instan itu untuk bertukar berita tentang bahaya vaksin sampai mengatur aksi protes, yang berkembang menjadi kekerasan.

Kanal-kanal yang diblokir termasuk milik Attila Hildmann, koki selebritas vegan yang menyebarkan teori konspirasi soal virus corona kepada lebih dari 100.000 pengikutnya.

Kementerian Dalam Negeri Jerman pekan lalu menyatakan sudah berdiskusi dengan perwakilan Telegram.

Baca juga
Habbatussauda jadi Primadona

Sementara Telegram, tidak memberikan komentar.

Aplikasi Telegram di Jerman populer di kalangan kelompok sayap kanan jauh.

Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser bulan lalu mengatakan Jerman bisa menutup Telegram dan sedang berdiskusi dengan mitra di Uni Eropa untuk mengatur layanan pesan instan itu.

Tinggalkan Komentar