Kamu Harus Tahu Pinjol yang Legal dan Ilegal

Kamu Harus Tahu Pinjol yang Legal dan Ilegal - inilah.com

Dengan berbagai macam kecanggihan teknologi, saat ini milenial sudah sangat dimudahkan mendapatkan apa yang diinginkan. Seperti halnya membeli barang-barang, makanan dan minuman cukup dengan memesan secara online melalui telepon selularnya.

Semua kebutuhan yang diinginkan dapat dengan mudah dicari di ponsel miliknya di salah satu toko belanja online. Bahkan jika tidak punya uang pun, generasi milenial bisa memanfaatkan layanan pinjaman online (pinjol) cukup melalui ponsel.

Namun sayangnya banyak yang tidak hati-hati dalam mendapatkan layanan pinjol hanya semata mendapatkan pinjaman uang yang dibutuhkan. Konsumen atau peminjam yang awalnya ingin mendapatkan kemudahan meminjam uang justru malah terjerat utang yang lebih tinggi.

Jadi sebelum berencana meminjam uang di salah satu jasa peminjaman uang secara online, milenial harus tahu terlebih dahulu mana pinjol yang legal dan mana yang ilegal. Sehingga tidak menyesal di kemudian hari setelah mendapat pinjaman uang.

Baca juga  8 Tips Aman Solo Traveling untuk Perempuan

Perencana Keuangan Ghita Argasasmita menjelaskan berkat adanya kemudahan teknologi, saat ini perkembangan pinjol sudah sangat pesat. Ditambah lagi dengan perilaku masyarakat yang terbiasa konsumtif.

Perilaku konsumtif inilah yang kerap dimanfaatkan bagi perusahaan pinjol untuk mendapatkan keuntungan yakni membuat aplikasi pinjol, baik yang legal dan ilegal.

“Pinjol itu bukan tidak boleh, tapi lihat dulu apakah legal atau tidak (ilegal)? Kalau yang legal itu pasti terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan), bisa lihat di daftar fintech ada di website OJK, dicek dulu di situ,” katanya, kepada Inilah.com.

Sedangkan pinjol yang tidak terdaftar di website OJK, sudah dipastikan perusahaan pinjol tersebut ilegal dan lebih baik segera dihindari. Tak hanya itu, Ghita juga menyarankan agar lebih dulu mencari tahu alamat kantor serta prosedur apa saja jika ingin meminjam.

Baca juga  Apa Kata Mereka Tentang Investasi?

Tujuannya adalah supaya si peminjam tidak terjebak dengan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan pinjol ilegal saat hendak mencairkan uang untuk dipinjam. Sehingga tidak  kesulitan saat hendak membayar dengan angka utang yang berlipat ganda.

“Kalau yang ilegal itu gampang banget, instan dapatnya (uang). Tapi kalau yang legal ada verifikasi data dulu, NPWP, tidak serta merta langsung dicairkan sejumlah dananya. Jadi harus berproses dulu,” jelasnya.

Ghita juga mengimbau agar berhati-hati dengan adanya perusahaan pinjol yang memasukkan logo OJK. Karena logo OJK di perusahaan itu bisa saja tidak benar, demi untuk menarik minat konsumen.

Satu-satunya cara mendapat informasi yang tepat adalah dengan membuka website OJK. Jika terdaftar berarti perusahaan pinjol itu resmi, jika tidak ada berarti perusahaan pinjol tersebut tidak resmi.

Baca juga  Korban Pinjol Ilegal Bisa Lapor ke LBH DPN Indonesia

“Lebih baik jangan, karena risikonya terlalu tinggi. Mulai dari segi risiko bunganya yang jauh di atas pinjol legal, dari segi keamanan data kita dan juga risiko nama baik kita,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar