https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   20 September 2021 - 17:16 wib

Rumuskan SNI e-liquid, Pemerintah Gandeng Produsen, Konsumen Sampai Praktisi

Kanal
berita-headline

SNI dan Regulasi yang Proporsional Kunci Optimalkan Manfaat HPTL

Pemerintah bersama pelaku industri, akademisi dan konsumen sedang merumuskan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk e-liquid setelah menyelesaikan standardisasi untuk produk tembakau yang dipanaskan pada awal 2021 lalu.

"Penyusunan SNI itu dilakukan oleh Komite Teknis yang ditunjuk oleh BSN. Anggota Komtek itu terdiri dari berbagai unsur yang mewakili produsen, konsumen, pemerintah dan pakar serta praktisi," jelas Edy Sutopo, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian.
 
Meskipun standardisasi untuk sebagian produk HPTL sudah dirumuskan, langkah tersebut dirasa belum cukup untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh HPTL. Perlu ada regulasi HPTL yang proporsional yang dapat mendorong industri tersebut untuk berkembang.  
 
"Vape punya pasar yang sangat potensial untuk bertumbuh karena produknya yang jauh lebih rendah risiko dari rokok. Namun, perlu regulasi yang tepat agar memberikan kesempatan bagi investor luar negeri untuk semakin yakin melakukan investasinya ke sektor HPTL Indonesia. Salah satunya adalah dengan mengatur terpisah regulasi HPTL dari regulasi rokok," ungkap Roy Lefrans, Chief Executive Officer (CEO) NCIG Indonesia.
 
Salah satu aspek regulasi yang menjadi sorotan adalah penetapan cukai untuk produk vape, di mana produk untuk kategori close system (sistem tertutup) dinilai terlampau tinggi.
Dalam peraturan kementerian keuangan No. 198/PMK.010/2020. Cukai untuk sistem tertutup 11 kali lipat lebih tinggi dibanding cukai open system (system terbuka). Ketika cukai produk vape closed system dirumuskan, belum ada produsen vape closed system yang masuk di Indonesia. Sehingga produsen tidak punya kesempatan untuk ikut memberikan paparan di dalam rumusan tersebut.
 
Padahal, vape sistem tertutup memiliki potensi domestik yang bertumbuh dan juga membuka kesempatan produksi untuk ekspor, karena produk tersebut sudah mulai diadopsi oleh negara maju, seperti New Zealand dan US sebagai produk alternatif tembakau.
 
"Jika dibandingkan dengan profil risiko yang jauh lebih rendah dari rokok, tentunya belum tepat jika vape diberikan cukai tertinggi 57% dengan sistem ad valorem. Oleh karena itu, kita berharap agar cukai untuk closed system mulai diatur spesifik per cartridge dengan besaran cukai yang lebih memungkinkan kita untuk punya ruang gerak untuk bertumbuh," tandas Roy.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

Bea Cukai Perkuat Sinergi dengan Berbagai Instansi

Bea Cukai terus aktif memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam meningkatkan kinerja di bidang pela
berita-headline

Viral

Bea Cukai-BNN Ungkap Penyelundupan 218,8 Kg Sabu Jaringan Aceh

Sebagai upaya mewujudkan Indonesia bebas narkoba, Bea Cukai bersama BNN selaku leading sector dal
berita-headline

Kanal

Bea Cukai Gandeng Instansi Pemerintahan di Berbagai Daerah

Dalam menjalankan pengawasan serta pelayanan yang optimal kepada stakeholders, Bea Cukai senantia
berita-headline

Viral

Duduk Bersama, Bea Cukai di Berbagai Daerah Bahas Kendala Ekspor

Sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan ekspor dari berbagai daerah di Indonesia, Be
berita-headline

Kanal

PON XX Papua, Bea Cukai Fasilitasi Kontingen Kepri

Jelang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, Bea Cukai Batam memberikan dukungan kepada Ko