https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 September 2021 - 07:50 wib

Kisah Akhlak Para Wali: Malik bin Dinar dan Pencuri

Para Wali atau kekasih Allah adalah orang-orang yang berjiwa mulia. Budi pekerti mereka tercatat dengan tinta emas sepanjang sejarah kehidupan manusia. Mengingat betapa pentingnya pembinaan akhlak dalam kehidupan-sehari-hari, melalui kisah ini, pembaca akan menyelami dan memetik hikmah dari berbagai kisah.

Kisah ini datang tentang seorang pencuri yang justru malah bertobat usai mencuri di rumah korbannya. Usut punya usut, ternyata pemilik rumah yang menjadi sasaran target oleh pencuri kali ini bukan sosok sembarangan. Si empunya rumah adalah tokoh terkemuka dari generasi tabiin. Ia adalah Malik bin Dinar, murid para sahabat Rasulullah.

Pencuri tersebut memanjat tembok sebuah rumah di malam yang sunyi dan gulita. Saat masuk di rumah sang ulama, si pencuri mulai mencari barang-barang berharga. Namun, ia telah melihat seisi rumah, tak ada yang dapat ia ambil sebagai barang berharga. Si pencuri benar-benar kecewa.

Tak mendapat hasil curian, si pencuri justru kepergok si pemilik rumah. Rupanya si ulama tengah beribadah dan mengetahui rumahnya kemasukan maling. Namun, dengan santai, sang ulama mendekati si pencuri dan berkata, “Saudaraku, semoga Allah mengampunimu. Anda memasuki rumah saya dan tak mendapati barang yang layak diambil. Akan tetapi, saya tak ingin Anda meninggalkan rumah saya tanpa membawa keuntungan,” ujar si ulama tanpa merasa takut ataupun terkejut rumahnya dibobol maling.

Justru si pencurilah yang terkejut. Ia pun bertanya-tanya, apa maksud si ulama. Malang betul nasibnya, tak mendapat curian, tapi didapati mencuri oleh ulama pula, bisik hati si pencuri. Ia pun hanya membisu, menanti apa yang direncanakan sang ulama.

Ulama tersebut pun pergi ke belakang rumah dan mengambil sebuah wadah penuh air. Ia pun menyodorkannya kepada si pencuri. Tentu saja si pencuri kebingungan. “Ambillah air wudhu dan lakukanlah dua rakaat shalat. Karena jika Anda melakukannya, Anda akan meninggalkan rumah saya dengan harta yang jauh lebih besar daripada harta yang Anda cari saat memasuki rumah saya,” kata sang alim.

Hikmah di balik Kisah

Dalam kisah di atas kita menyaksikan kesantunan Malik bin Dinar ketika memergoki seorang pencuri di rumahnya, beliau tidak menyikapi pencuri tersebut dengan amarah, akan tetapi dengan kasih sayang. 

Ali kwh berkata: 

Barang siapa memberi orang yang tidak memberinya, menjalin hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan dengannya dan memaafkan orang yang  menzhaliminya, maka Allah akan menjadi pembela dan penolongnya. 

Ali kwh berkata:

Kesantunan ketika marah akan menyelamatkanmu dari amarah Allah Yang Maha Kuasa. 

Habib Muhammad bin Abdullah Al-Aidarus berkata:

Ketika marah, jagalah dirimu agar tidak mengucapkan atau melakukan sesuatu yang aka engkau sesali dan menyebabkan Allah Taa'la murka Jika engkau memiliki kekuasaan, maka bersabarlah jangan tergesa-gesa membalas. Sebab, Tangan Allah menguasai tanganmu dan Kekuasaan-Nya past mengalahkan — kekuasaanmu. Allah telah memerintahkanmu untuk bersikap santun dan sabar, bukankah engkau telah mendengar wahyu Allah Ta'Ala berikut ini: 

اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ

"Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia." (Fushilat, 41:34)

Jangan sombong dan sewenang-wenang meskipun engkau mampu melakukannya. Sebab, kesombongan adalah milik Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Barang siapa sombong, maka Allah akan mengalahkannya. 

Ali Kwh berkata:

Berbuat baiklah kepada musuhmu, hal itu lebih baik dari dua kemenangan. 

Diriwayatkan bahwa dalam salah satu kitab Allah SWT berkata, “Wahai anak cucu Adam, ingatlah Aku ketika engkau marah, maka Aku akan Mengingatmu ketika Aku murka. Dan tidak akan Kubinasakan dirimu bersama orang-otang yang Kubinasakan jika engkau dizhalimi, merasa cukuplah dengan jika pertolonganku. Sebab, pertolongan-Ku lebih baik daripada usahamu untuk menolong dirimu sendiri.” 

Dalam sebuah kitab terdahulu juga disebutkan bahwa Allah Ta'la berkata, “Barang siapa melakukan sebuah amal tanpa musyawarah, maka amalnya pasti gagal. Dan barang siapa tidak embalas orang yang menzhaliminya dengan tangal, kedengkian maupun lisan, maka dia seorang yang berilmu. Dan barang siapa memintakan ampun yang menzhaliminya, maka ia telah mengalahkan setan."


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

Kisah Akhlak Para Wali: Guru Sejati

Abu 'Amr pada permulaan menempuh jalan spritualnya (suluk) berulangkali mendatangi majelis yang d
berita-headline

Empati

Jumat Berkah, Bantu Kuli Bangunan Bangun Pesantren untuk 250 Anak Yatim

Saung Galing, seorang kuli bangunan yang memiliki hati mulia. Dia yang hijrah dari anak Punk dan
berita-headline

IXU

UAH: Waktu Singkat yang Mustajab di Hari Jumat untuk Berdoa

Hari Jumat merupakan hari istimewa bagi umat Islam. Pada hari yang paling utama dari semua hari a
berita-headline

Kanal

Inilah Keutamaan Hari Jumat, Hari Istimewa Penuh Berkah

Di antara tujuh hari dalam seminggu, Jumat memang menjadi hari yang memiliki keistimewaan tersend