https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 September 2021 - 16:16 wib

Erick Thohir Sambut Baik Kerja Sama Pertamina-ExxonMobil

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dengan ExxonMobil Indonesia untuk mengantisipasi transisi energi menuju net zero atau netralitas karbon.

Dalam keterangan tertulisnya, Erick Thohir mengatakan bahwa dia menyambut positif penguatan kerja sama Pertamina dengan ExxonMobil Indonesia ini, di mana dukungan diberikan pula oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Ini adalah langkah nyata dan kolaboratif untuk menjawab tantangan transisi energi yang sudah memasuki fase akselerasi dekarbonisasi menuju net zero. Ini tidak bisa dilakukan sendiri, perlu dukungan dan kerja sama dengan berbagai pihak," ujar Erick.
 
BUMN migas Pertamina tancap gas dalam mengembangkan bisnis di sektor hulu hingga hilir demi memenuhi kebutuhan energi nasional dan mengantisipasi transisi energi menuju netralitas karbon melalui kesepakatan kerja sama dengan ExxonMobil Indonesia.

Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan kerja sama yang dilakukan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan President ExxonMobil Indonesia Irtiza H. Sayyed di Houston, AS, pada 17 September lalu.

"Setelah sejak 1971 Pertamina dan ExxonMobil sudah memiliki kerja sama strategis pada sisi upstream, kali ini dilakukan penandatanganan pada downstream atau hilirisasi dengan ExxonMobil agar Indonesia mendapatkan akses infrastruktur energi yang baik ke depannya," kata Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury.

Kolaborasi ini, lanjut Pahala, khususnya diharapkan dapat mendorong penguatan hilirisasi industri migas terutama terkait pemanfaatan teknologi ExxonMobil untuk Pertamina dalam meningkatkan kapabilitas kilang, petrokimia, oli, dan produk turunan lainnya, serta memperluas akses pasar turunan produk migas.

Dalam kesepakatan ini, lanjut dia, kedua perusahaan memberikan dukungan kepada afiliasi bisnis untuk melakukan sinergi dan kolaborasi yang saling menguntungkan. Beberapa potensi kerjasama skala global multitahun telah teridentifikasi.

Potensi tersebut antara lain pengembangan riset dan teknologi migas di sektor hulu dan hilir, termasuk melakukan kajian dalam pengembangan dan penerapan teknologi rendah karbon, juga kerja sama lain untuk meningkatkan nilai perusahaan masing-masing di berbagai mata rantai bisnis hilir migas.

Potensi pengembangan kolaborasi lainnya antara lain pengembangan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) untuk menekan emisi karbon dan sebagai bagian dari upaya Enhance Oil and Gas Recovery di sumur-sumur Pertamina untuk meningkatkan produksi migas negara.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menambahkan bahwa kerja sama akan dikembangkan dalam kolaborasi penanganan isu global terkait penyelamatan lingkungan melalui studi bersama dan peluang bisnis dalam teknologi rendah karbon termasuk Carbon Capture, Utilization and Storage.

Kerja sama ini juga sejalan dengan aspirasi global Pertamina pada aspek Environment, Social and Governance.

"Saat ini, kolaborasi CCUS sedang dalam pembahasan lebih lanjut dan diharapkan dapat merepresentasikan kolaborasi G2G untuk tujuan yang lebih besar dan saling menguntungkan," kata Nicke.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Erick Thohir Tekankan Kesiapan Prokes Bandara Ngurah Rai Bali Sebelum Dibuka untuk Wisatawan Asing

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama Gubernur Bali Wayan Koster, meneka
berita-headline

Kanal

Erick Thohir: Selamat Hari Radio Nasional

Menteri BUMN Erick Thohir mengucapkan Selamat Hari Radio Nasional
berita-headline

Viral

Erick Thohir Buka Kesempatan Seluas-luasnya Sinergi BUMN dengan BUMD

Menteri BUMN Erick Thohir membuka kesempatan seluas-luasnya sinerg
berita-headline

Viral

Sewindu Krakatau Steel Merugi, Kini Untung Rp800 Miliar

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, PT Krakatau Steel (KS) be
berita-headline

Viral

Indonesia Siap Produksi Vaksin, Ogah Beli Lagi dari Luar Negeri

Pemerintah menyatakan kesiapan untuk memproduksi vaksin milik sendiri. Pemerintah juga siap untuk