https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   30 September 2021 - 15:55 wib

Eks Menko Perekonomian Diangkat Jadi Komisaris Kredivo

Mantan Menteri Koodinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution diangkat sebagai Dewan Komisaris Kredivo Indonesia.

Selain Darmin Nasution, ada dua nama lainnya yang juga diangkat sebagai Dewan Komisaris di Kredivo Indonesia, yakni Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid dan Karen Brooks.

"Kami bangga bergabung dengan Kredivo dalam misinya untuk mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. Meski terjadi peningkatan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia masih menjadi salah satu pasar unbanked terbesar di dunia," ujar Darmin dalam keterangannya, Kamis (30/9/2021).

Sementara itu, Arsjad Rasjid mengaku siap membantu Kredivo untuk mencapai tujuan bisnisnya di Indonesia. Karena menurutnya, Kredivo saat ini sudah menjadi salah satu sistem penilaian kredit yang sudah melayani jutaan nasabahnya.

"Sistem penilaian kredit yang inovatif dan berbasis kecerdasan buatan Kredivo, telah memungkinkan Kredivo untuk melayani hampir 4 juta pelanggan hingga saat ini, dan kami yakin Kredivo siap untuk memberikan dampak bagi puluhan juta pelanggan selama beberapa tahun ke depan. Sebagai Dewan Komisaris kami siap berkomitmen untuk membantu Kredivo mencapai tujuan itu," katanya.

Darmin Nasution adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian periode 2015-2019 dan pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2010-2013.

Sementara Arsjad Rasjid merupakan pebisnis di Indonesia yang menjabat sebagai Presiden Direktur (CEO) Indika Energy dan Ketua Umum Kadin.

Sedangkan Karen Brooks adalah mantan diplomat AS yang bertugas sebagai staf Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih. Dirinya memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di sebuah private equity terkemuka dan pengelola investasi global.
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Kredivo: Bencana Pinjol Ilegal Terjadi Akibat Minim Literasi

Situasi ekonomi yang terkontraksi akibat pandemi seolah menjadi tanah yang gembur bagi pertumbuha