https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   17 August 2021 - 04:34 wib

Nyala Api Pidato Soekarno yang Gemparkan Dunia

Presiden Soekarno adalah seorang orator ulung. Tak heran setiap pidato beliau mampu membakar semangat rakyat untuk berjuang. Pidatonya yang berapi-api tak hanya membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan. Gema pidato Soekarno turut membuka mata dunia akan banyak hal.

Dalam video yang diunggah akun youtube Arsip Nasional RI pidato berjudul membangun dunia kembali (To Build The World a New) Soekarno dengan penuh semangat dan berapi-api menyuarakan kalimat-kalimat magis dalam memperkenalkan konsep Pancasila kepada dunia di hadapan Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat.

Soekarno mengemukakan konsep Pancasila yang merupakan intisari dari peradaban Indonesia. Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, kedua Nasionalisme, ketiga Internasionalisme, ke-empat Demokrasi dan kelima Keadilan Sosial. Soekarno menawarkan pada sidang konsep itu untuk memperkuat piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan merujuk keberhasilannya menggalang Konferensi Asia-Afrika.

"Jadi berbicara tentang Pancasila dihadapan Tuan-tuan, saya mengemukakan intisari dari peradaban kami selama dua ribu tahun. Apakah Lima Sendi itu? la sangat sederhana : pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, kedua Nasionalisme, ketiga Internasionalisme, ke-empat Demokrasi dan kelima Keadilan Sosial," kata Soekarno di Muka Sidang Umum PBB ke-15 pada tanggal 30 September 1960 saat itu.

Ada sejumlah syarat utama yang menurut Soekarno harus dipenuhi oleh segenap bangsa di dunia agar dapat terus bertahan, yakni jiwa merdeka dari praktik imperialisme, bekerja sungguh-sungguh, rela berkorban, dan jujur. Selanjutnya, konsep kesadaran bernegara, kerja sama, kemauan untuk maju, dan persatuan nasional juga harus dipahami oleh setiap lapisan masyarakat agar tidak mudah terpecah belah.

Konsep inilah yang perlu dilaksanakan dalam berbagai lini kehidupan demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tentu, butuh pemahaman dan kesadaran bersama agar tujuan untuk mempertahankan persatuan dapat terlaksana.

"Bangunlah dunia ini kembali! Bangunlah dunia ini kokoh dan kuat dan sehat! Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan. Bangunlah dunia yang sesuai dengan impian dan cita-cita umat manusia. Putuskan sekarang hubungan dengan masa lampau, karena fajar sedang menyingsing. Putuskan sekarang hubungan dengan masa lampau, sehingga kita bisa mempertanggungjawabkan diri terhadap masa depan," kata Soekarno mengakhiri pidatonya yang disambut riuh tepuk tangan Anggota PBB.

Segala pesan Soekarno dalam pidato itu bermuara pada satu tujuan, yakni persatuan untuk mempertahankan kemerdekaan. Bukan kemerdekaan yang berusia satu atau dua tahun, tapi kemerdekaan yang bertahan hingga akhir zaman.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Polresta Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan 3,2 Kg Sabu

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan peny
berita-headline

Kanal

Alfatih Timur, Sosok Inspiratif Anak Muda di Balik Suksesnya Kitabisa

Muhammad Alfatih Timur, menjadi sosok inspiratif dibalik suksesnya start up kitabisa.com.
berita-headline

Inersia

Lima Inspirasi Lomba 17 Agustus Virtual

Tradisi lomba di hari Kemerdekaan 17 Agustus kini tidak lagi seperti dulu.Tahun ini,
berita-headline

Kanal

Kemal Attaturk Tidak Sebanding Soekarno

Saat ini terjadi polemik tentang rencana pemberian nama sebuah jalan utama di Jakarta dengan n
berita-headline

Inersia

Tampil di Hari Kemerdekaan dengan Perhiasan Unik

Merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-76, ada hal unik yang dapat kalian lakukan.