https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   05 October 2021 - 03:02 wib

Panglima TNI, Jokowi Pilih Jenderal Andika atau Laksamana Yudo?

Masa jabatan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjono akan segera memasuki masa pensiun pada November 2021. Artinya dalam waktu dekat Presiden akan mengajukan nama calon Panglima TNI baru ke DPR untuk dilakukan uji kelayakan atau fit and proper test.

Sejumlah nama jenderal bintang empat TNI masuk sebagai kandidat bakal calon Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjono. Mereka adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Meski ada tiga nama jenderal yang berpeluang besar menjadi bakal calon Panglima TNI, tak menutup kemungkinan ada nama lain yang bisa masuk bursa bakal calon Panglima TNI nanti.

Survei yang dikeluarkan oleh SETARA Institute menyebut hanya dua nama jenderal yang berpeluang besar diajukan oleh Presiden Jokowi sebagai calon Panglima TNI. Kedua nama itu adalah KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.

"Secara umum, Jenderal TNI Andika Perkasa mengungguli calon lainnya untuk empat dimensi, (yaitu) integritas, akseptabilitas (penerimaan), kapasitas, dan responsibilitas, sedangkan Yudo Margono unggul pada dimensi kontinuitas (keberlanjutan). Namun, perbedaan skor pada masing-masing kandidat tidak signifikan," kata Peneliti Hukum dan HAM SETARA Institute, Ikhsan Yosari, saat peluncuran hasil survei secara virtual, Senin (4/10/2021).

Dia menjelaskan, dimensi dan skor itu merujuk pada indicator penilaian yang digunakan oleh SETARA Institute saat menggelar survei persepsi pada ahli. Setidaknya ada 100 ahli pertahanan, keamanan, dan HAM dari universitas dan organisasi masyarakat sipil yang dilibatkan dalam penelitian ini.

Dari pengukuran skor, Jenderal TNI Andika Perkasa menempati urutan pertama dengan skor 8,25, kemudian Laksamana TNI Yudo Margono sebesar 8,15, dan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dengan skor 8,3.

Untuk dimensi kapabilitas skor, Jenderal TNI Andika Perkasa menempati urutan teratas yaitu 8,25, diikuti oleh Laksamana TNI Yudo Margono 8,15.

Indikator untuk kapabilitas skor diukur dengan persepsi para ahli mengenai kemampuan para kandidat Panglima TNI terkait pemahaman masalah geopolitik, politik regional, reformasi TNI, dinamika ancaman, dan kondisi persenjataan/alutsista. Penilaian ini diukur dalan rentang skor 1 hingga 10 yang artinya semakin besar angkanya, maka semakin baik penilaiannya.

Sementara itu, pihak DPR sendiri sudah meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mengajukan nama calon Panglima TNI yang baru menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjono yang masa pensiunnya akan masuk pada November 2021.

Biasanya pengajuan calon Panglima TNI diajukan oleh Presiden tiga bulan sebelum Panglima TNI tersebut memasuki masa pensiun.

"Kita berharap jika memang presiden ingin melakukan pergantian panglima TNI, biasanya selama saya berada di Komisi I itu selalu tiga bulan sebelum yang bersangkutan pensiun," kata Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha.

Dia berharap dalam waktu dekat Presiden Jokowi menyerahkan nama calon Panglima TNI agar bisa segera dibahas dan disetujui oleh DPR. Sebab masa sidang DPR kali ini terbilang cukup singkat karena terbentur masa reses yang jatuh pada bulan Oktober 2021. Selain itu juga untuk menghindari kekosongan jabatan dari Panglima TNI.

"Ini ada kendala waktu, masa persidangan ini kan cuma sebentar. Nanti mungkin 4 Oktober sudah reses kembali. Oleh karena itu kita berharap jika betul presiden ingin mengganti panglima TNI surat itu sudah kami terima sekarang sehingga kami kan juga memiliki agenda padat," jelas Tamliha.

Dia menilai dari nama-nama jenderal yang ada, hanya ada dua kandidat kuat yang diprediksi menjadi Panglima TNI, yakni KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa dan KSAL Laksamana Yudo Margono.

"Masing-masing punya kelebihan, berdasarkan giliran, kalau giliran yah, maka itu adalah KSAL sekarang calon panglima terkuat. Tapi kalau berdasarkan senioritas di TNI, maka Andika lebih berpeluang dibandingkan yang lain," ujar Tamliha.

Seperti diketahui, Jenderal TNI Andika Perkasa memang memiliki kedekatan emosional dengan Presiden Jokowi, sebab Andika pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Paspampres pada awal kepemimpinan Jokowi di 2014.

Sejak saat itu, karir Andika pun melesat hingga akhirnya dia menjabat sebagai KSAD.

Andika juga merupakan menantu dari Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Saat Pilpres 2014 lalu, Hendropriyono juga disebut menjadi tim pemenangan capres Jokowi bersama Luhut Binsar Pandjaitan.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Tambah Lagi Daftar Nama Background Jenderal Disebut Capres 2024

Nama KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa,  ada dalam hasil survei Saiful Mujani Research and Consult
berita-headline

Viral

Jokowi Tidak Punya Pakem Rotasi untuk Calon Panglima TNI

Presiden Joko Widod
berita-headline

Inersia

Tiga Jenderal Ramaikan Bursa Panglima TNI

Bursa Panglima TNI semakin memanas, mencari sosok pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan pen
berita-headline

Viral

Mensesneg Sambangi KSAD Andika, Kode Keras Panglima TNI?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Pratikno menyambangi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) J
berita-headline

Viral

Jelang World Superbike, Polda NTB Percepat Sebaran Vaksinasi di Kawasan Wisata

Sekitar 5.000 masyarakat tercatat sebagai sasaran kegiatan Serbuan Vaksin Nusantara Nawahasta Aka