https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   05 October 2021 - 20:53 wib

Disaksikan La Nyalla, Perenang Jatim Sabet 3 Emas dan Pecahkan Rekor PON

berita-profile

Inilah

0

0

Kanal
berita-headline

Ketua DPD RI saat menyerahkan bonus dan medali kepada atlet-atlet Jatim yang meraih emas dan memecahkan rekor di PON XX Papua

Kehadiran Ketua DPD RI, yang juga Senator asal Jawa Timur, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, di ajang PON XX Papua, terbukti mampu memompa semangat para atlet asal Jawa Timur.

Buktinya, para perenang Jatim sukses membawa pulang 3 medali emas dan memecahkan satu rekor PON saat disaksikan langsung La Nyalla dan sejumlah Senator DPD RI, Selasa (5/10/2021) pagi.

Medali emas yang diraih Kontingen Jawa Timur, disumbang Petrol Apostle Kambey dari cabang renang nomor 100 Meter Surface Putra, Bima Dea Sakti Antono (400 Meter Surface Putra).

Satu emas lainnya disabet Vania Elfira Elent Rahmadhani di nomor  400 Meter Surface Putri. Ia mencatatkan waktu 03.29.07 sekaligus mematahkan rekor PON yang sebelumnya dibuat atlet DKI Jakarta, Reinhard Tomel, di PON XIX 2016 Jawa Barat, dengan catatan waktu 03.30.16.

Selain itu, Jawa Timur juga meraih perak dari nomor 100 Meter Bifins Putra atas nama Guntur Pratama Putra, dan perunggu 100 Meter Bifins Putri atas nama Nadia Kusumawardhani.

Menurut Bima Dea yang turut menyumbang emas, para atlet menyambut baik dukungan nyata yang diperlihatkan La Nyalla selama PON.

"Saya bangga sebagai orang Jawa Timur punya seorang La Nyalla. Karena sudah ada di pusat, tapi Pak La Nyalla tetap peduli atlet. Kalau nanti beliau jadi presiden, saya berharap bapak tetap perhatian dengan atlet," katanya.

Pernyataan serupa disampaikan Vania Elfira yang sukses mengukir rekor. Vania sangat sumringah setelah menerima bonus dari KONI Jatim yang diserahkan oleh La Nyalla, yang juga Ketua Dewan Penyantun KONI Jatim.

"Medali dan rekor ini saya persembahkan untuk keluarga dan masyarakat Jawa Timur dan keluarga saya serta teman-teman atlit yang membela Jawa Timur,” katanya.

Di tempat yang sama, kepada sejumlah media, La Nyalla memberikan apresiasi atas keberhasilan dan perjuangan para atlet.

"Ini capaian yang luar biasa. Apalagi Kontingen Jawa Timur juga mampu memecahkan rekor PON. Saya optimis Jawa Timur bisa meraih prestasi maksimal dalam PON ini," tuturnya.

Selain itu, La Nyalla juga meminta para atlet untuk terus meningkatkan kemampuannya."Jangan berhenti sampai di PON, terus tingkatkan kemampuan agar kalian bia meraih prestasi hingga kancah internasional," katanya.

Setelah menyaksikan dan menyerahkan medali di cabang olahraga senam, La Nyalla menyambangi final cabang panahan.

Dalam pertandingan itu, La Nyalla tidak mengalungkan medali namun hanya memberikan dukungan dan bonus mentas dari KONI Jatim. Dalam laga final tersebut, Jatim berhasil mengalahkan Papua dan menyabet medali emas.

Ikut mendampingi La Nyalla ke arena pertandingan antara lain senator asal Lampung Ahmad Bastian, senator Jabar Eni Sumarni, senator Aceh Fadhil Rahmi, senator Kaltim Zainal Arifin dan Ketua KONI Jatim Erlangga Satriagung.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

LaNyalla: Akar Persoalan Bangsa Adalah Belum Terwujudnya Sila ke-5 dari Pancasila

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai jika pandemi
berita-headline

Kanal

MA Tolak PK Napi Koruptor, Sultan: MA Makin Kokoh Jadi Benteng Terakhir Harapan Keadilan Masyarakat

Potret penegakan hukum di Indonesia dinilai telah berada dalam jalur yang tepat pada periode kedu
berita-headline

Kanal

DPD RI Berduka Sabam Sirait Wafat

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) daerah pemilihan DKI Jakarta sekaligus pendiri PDIP Saba
berita-headline

Inersia

Atletnya Dapat Medali Emas, Gubernurnya Buka Sayembara Jodoh

Kalau atlet berprestasi meraih medali mendapat bonus uang serta fasilitas sudah biasa. Yang ini b
berita-headline

Viral

Game Lokal Lokapala Turut Ramaikan PON XX Papua, Ini Syarat-Cara Daftarnya

Game asli Indonesia Lokapala turut memeriahkan ekshibisi esport di Pekan Olahraga Nasional (PON)