https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   21 August 2021 - 01:10 wib

Biar Tak Disebut 'Penjilat' dan 'Plong' Hapus Juga Mural Pujian

Kritikan seniman mural menghadapi kondisi sosial ekonomi saat ini sporadis di sejumlah daerah Indonesia.

Pasang mata publik sedang tertuju pada maraknya karya seni lukis yang dilakukan pada media permanen seperti tembok, dinding dan lainnya. Peran penting yang menjadi magnet kali ini adalah, karya seni itu berisikan kritikan kepada pemerintah berdasarkan apa yang dirasakan masyarakat bawah. 

Di Pasuruan Jawa Timur misalnya, sebuah lukisan mural bergambar kartun kucing dan tikus dengan sebuah kalimat sindiran 'Dipaksa Sehat Di Negeri Yang Sakit'

Adapula mural di Tangerang Banten. Heboh mural bergambar mirip Presiden Jokowi dengan mata tertutup bertepatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. Ada juga mural bertulis ‘Tuhan Aku Lapar’ dan gambar Presiden Jokowi ‘404: Not Found’


Pesan Dalam Kritik Karya Seni 

Kritik lewat karya seni memiliki perbedaan tujuan dan kualitas. Budayawan Sujiwo Tejo memandang mural sebagai perjalanan psikologis. Sehingga memiliki pesan mendalam bagi kehidupan sosial yang teraktual. Hal itu penting disampaikan sehingga tidak mengakibatkan stroke sosial.

"Perjalanan manusia intinya jangan cuman fisik. Orang berjalan dari Kemang ke Jakarta Pusat untuk bekerja itu fisik. Adanya mural perjalanan bisa menjadi psikologis. Jadi ada hal baru sehingga perjalanan dari tempat kerja ke rumah mereka tidak stres," kata Sujiwo, dikutip inillah.com dari wawancara dengan sebuah stasiun televisi swasta.

Karya seni fungsinya menekankan pada masing-masing keperluannya. Bila konteks mural lalu dianggap sebagai tindakan kriminal, lanjut Sujiwo harusnya ditelaah terlebih dahulu apa konteksnya. Biar tak kesusu 'divonis' melanggar. 

"Saya kira gitu. Nah kalau ini dianggap kriminal tinggal nanti diskusinya betulkah kalau itu menyangkut kepala negara? tapi ahli hukum yang ngomong presiden sudah bukan simbol negara lagi sehingga kalau ada protes mestinya delik aduan dari pribadi presiden," kata dia.

Mural Pujian Tanda Bahaya 

Kebebasan berekspresi serta menyampaikan pendapat sejatinya dilindungi undang-undang. Selain itu juga bagian dari pengakuan terhadap hak asasi manusia (HAM). 

Apabila ada pihak yang merasa terusik dengan krtitik lewat karya seni,  kemudian kebebasan berekspresi seakan dipersempit dan menghapus mural dilandaskan peraturan daerah, maka pemerintah harus adil dan buktikan mural sifatnya memuji  juga dihapus. Jadi jangan hanya mural yang bermuatan kritik saja. 

"Kalau oke dihapus tapi mural yang sifatnya puja dan puji dihapus juga. Nah kalau itu orang akan plong," ucap pria bernama lengkap Agus Hadi Sudjiwo itu.

Aktor asal Jember, Jawa Timur itu mengklaim hampir seluruh tradisi Nusantara meyakini suatu pujian justru berbahaya bahkan berpotensi 'membunuh', sehingga yang meskinya dihapus itu adalah mural pujian. 

Sedangkan kritik dapat membuat  menyadari masalah dari awal. Tentu hal ini merupakan baik karena bisa langsung atau bertahap memperbaikinya.

"Pujian itu tempatnya para penjilat mungkin belum tentu mencintai NKRI, tetapi menggunakanan Pak Jokowi, mungkin sebagai ladang mencari uang. Kalau di orang jawa kritik itu tempatnya di bokor emas, kalau pujian itu di tempatnya meludah," tutup dia.

Tag :
Jokowi
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Bertemu Joko Widodo, Presiden: Aku Ora Ngerti Loh

Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih terus melakukan kunjungan kerja di beberapa daerah sekaligus
berita-headline

Viral

Fintech Lagi Naik Daun, Jokowi Optimis Ekonomi Indonesia Bisa Lewati China dan India

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia dapat menjadi negara dengan ekonomi terbesar k
berita-headline

Viral

Alasan Jokowi Mengenakan Baju Adat Suku Baduy

Presiden Joko Widodo mengenakan baju adat dari Suku Baduy saat men
berita-headline

Viral

Jabodetabek Mulai Terapkan PPKM Level 3

Beberapa daerah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) da
berita-headline

Viral

Vaksin Habis, Jokowi Tegaskan Minta ke Kemenkes

Upaya percepatan vaksinasi Covid-19 hingga saat ini masih terus dilakukan pemerintah dengan membu