Kandungan Paracetamol di Teluk Jakarta, DKI Masih Ditelusuri Sumbernya

Kandungan Paracetamol di Teluk Jakarta, DKI Masih Ditelusuri Sumbernya - inilah.com

Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih terus melakukan penelitian terhadap penyebab pencemaran air oleh kandungan paracetamol di Teluk Jakarta. Namun Pemprov belum bisa memastikan kandungan paracetamil itu berasal dari limbah warga DKI Jakarta.

“Belum tentu ya, apakah itu betul-betul sumber dari mana, kita kan nggak tahu, apakah betul (dari) konsumsi masyarakat atau sumber lain,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/10/2021).

Dia mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan itu karena paracetamol sendiri masuk dalam kategori obat bebas tanpa menggunakan resep dokter.

Baca juga  Paus Malu Gereja Tak Mampu Atasi Korban Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur

“Kami terus koordinasi dengan BPOM untuk memberikan pembekalan terhadap para pengguna,” jelasnya.

Terkait kepastian sumber pencemaran, Widyastuti menyebut saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta tengah menelusurinya. “Ke Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta selesai melakukan penelitian untuk menelusuri kandungan paracetamol di Teluk Jakarta. Berdasarkan hasil uji sampel ditemukan kandungan paracetamol sebesar 200 nanogram per liter (ng/L)

“Kajiannya memang kita sudah selesai untuk yang paracetamol. Memang nilai yang kita peroleh tidak sebesar yang ada atau yang dirilis oleh BRIN,” kata Kepala Dinas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (25/10).

Baca juga  Vaksinasi di Bekasi Capai 36 Persen

Asep menuturkan, meskipun tak memerinci lokasi pengambilan sampel air, angka ini berbeda dari temuan BRIN yang melaporkan konsentrasi tertinggi paracetamol sebesar 610 ng/L di Teluk Angke.

“Tapi ada (kandungan paracetamol), sekitar 200 nanogram per liter. Kalau BRIN kan 600 ng/L,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar