Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Kang Emil: Kehilangan Eril Sungguh Dahsyat, tapi Kami Merasa Dilimpahi Kasih yang Akbar

Senin, 13 Jun 2022 - 14:52 WIB
Penulis : Fadly Zikry
pemakaman eril cimaung ridwan kamil - inilah.com
Kang Emil dan istri menabur bunga di makam Eril, Cimaung, Bandung, Senin (13/6/2022) - YouTube Humas Jabar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengakui berat kehilangan putra sulungnya Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril. Namun dibalik itu semua Kang Emil dan keluarga merasa mendapat hikmah yang besar.

“Kematian Eril merupakan kehilangan yang sungguh dahsyat. Dalam momentum waktu yang nyaris sejajar, kami merasakan kehilangan yang paling besar tapi seketika itu juga kami merasa dilimpahi kasih yang akbar,” kata Kang Emil di pemakaman Eril, Cimaung, Bandung yang dilihat melalui YouTube Humas Jabar, Senin (13/6/2022).

Kang Emil juga menceritakan beratnya hari-hari setelah Eril dinyatakan hilang di sungai Aare, Bern, Swiss.

“14 hari bisa terasa pendek dalam hidup rutin yang sehari-hari, tapi 14 hari ini menjadi begitu panjang dalam kehidupan kami. Kami bertanya-tanya mengapa harus selama ini ya Allah, mengapa tidak lebih cepat agar semua lekas berlalu, supaya kami yang hidup tidak terlalu lama mengharu biru, tapi waktu adalah rahasia Allah yang mustahil bisa dipecahkan apalagi menyangkut tentang kelahiran dan kematian,” tuturnya.

Baca juga
Dubes Muliaman Beberkan Strategi Polisi Swiss Cari Eril

“Waktu adalah relatif, begitulah kata orang orang yang arif, dan akhirnya kami menerimanya dengan hati yang lapang, sebab kami bisa menemukan banyak sekali petunjuk yang terang,” tambahnya.

Selama dua pekan itu Kang Emil dan keluarga juga merasakan kelelahan yang luar biasa dalam menunggu penemuan jasad Eril.

“Dalam rentang 14 hari yang sejujurnya sangat melelahkan, namun kami pun mendapat banyak pelajaran dan menerima kearifan. Tentang hidup Eril yang secara kasat mata rasanya terlalu singkat, tapi setelah dicermati ternyata kehidupannya sangat padat penuh manfaat,” ujarnya.

“23 tahun mungkin belum cukup untuk menghasilkan karya-karya yang besar, namun terbukti ternyata memadai untuk menjadi manusia yang dicintai dengan akbar. Kami belajar tentang hidup yang tidak semata terdiri atas lamanya hari, tapi tentang tiap hela napas yang dipakai berbuat baik walau kecil dalam sehari-hari,” imbuhnya.

Baca juga
Ridwan Kamil Nyetirin Ketum PP Muhammadiyah dan Ketum Aisyiyah Naik Mobil Listrik

Seperti diketahui, Eril ditemukan Bendungan Engehalde, Bern, Swiss pada Rabu (8/6/2022) usai 14 hari dinyatakan hilang.

Setelah dilakukan serangkaian proses oleh otoritas Swiss, jenazah Eril dibawa ke Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Ahad (12/6). Jenazah Eril kemudian dibawa ke Gedung Pakuan Bandung untuk disemayamkan dan dimakamkan pada hari ini di pemakaman keluarga di Cimaung, Bandung.

Tinggalkan Komentar