Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Kanker Usus Tidak Miliki Gejala pada Stadium Awal

Kanker Usus
Yayasan Gastroenterologi Indonesia

Prof. Dr. Abdul Aziz Rani, Sp.PD-KGEH selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan bahwa kanker usus umumnya tidak memiliki gejala pada stadium awal, sehingga seseorang lebih sulit mendeteksinya. Berdasarkan data WHO tahun 2020, kanker usus besar adalah kanker terbanyak keempat di Indonesia, setelah kanker payudara, kanker serviks, dan kanker paru.

Hal inilah yang menyebabkan banyak pasien yang baru menyadari penyakit ini di stadium lanjut. Oleh karena itu, Abdul mengimbau agar masyarakat dapat melakukan deteksi dini kanker usus besar agar penanganan pun dapat dilakukan lebih awal.

“Kanker usus besar umumnya tidak bergejala pada stadium awal sehingga seringkali pasien datang sudah pada stadium lanjut. Itulah sebabnya deteksi dini kanker usus besar sangat penting terutama jika Anda memiliki faktor risiko,” kata Abdul dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa, (15/3/2022).

Seseorang yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker usus besar adalah memiliki orang tua, saudara kandung, atau kerabat dekat dengan riwayat kanker usus besar (faktor genetik), pernah terdiagnosa polip pada usus besar dan pernah menjalani terapi radiasi pada area perut atau pelvis.

Baca juga
Ini Spesifikasi dan Harga Huawei Matebook D14 & Matebook D15 di Indonesia

Selain itu, seseorang yang memiliki gaya hidup tidak sehat seperti merokok, pola makan tidak sehat, kurang olahraga, dan konsumsi alkohol berlebih juga memiliki risiko yang tinggi. Selanjutnya, seseorang yang memiliki riwayat penyakit diabetes dan obesitas pun juga berisiko mengalami kanker usus besar.

Di sisi lain, dr. Hendra Nurjadin, Sp.PD, KGEH selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterology dan Hepatology dari Mayapada Hospital Tangerang mengimbau bahwa deteksi dini terhadap kanker usus besar memang perlu untuk dilakukan.

Deteksi dini pun dapat dilakukan dimulai pada usia 50 tahun ke atas jika tidak ada riwayat keluarga dengan kanker. Sementara deteksi dini untuk seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker dapat memeriksa di rentang usia 40 tahun ke atas.

Baca juga
Anak yang Tidak Disunat Berisiko Terinfeksi Saluran Kemih

“Deteksi dini kanker usus besar pada individu tanpa keluhan dapat dimulai pada usia 50 tahun ke atas jika tidak ada riwayat keluarga dengan kanker usus, sedangkan jika ada riwayat keluarga dengan kanker usus besar, maka deteksi dini dapat dimulai pada usia 40 tahun ke atas,” ujar Hendra.

Lebih lanjut, Hendra menambahkan bahwa saat ini sudah ada prosedur yang disebut Endoskopi Kapsul (Capsule Endoscopy) untuk menangani penyakit tersebut. Endoskopi Kapsul adalah prosedur untuk mengambil gambar saluran pencernaan dengan cara menelan kamera nirkabel kecil yang berada di dalam kapsul seukuran vitamin yang biasa diminum.

“Saat kapsul berjalan melalui saluran pencernaan, kamera mengambil ribuan gambar yang ditransmisikan ke perekam yang dikenakan di ikat pinggang. Endoskopi kapsul membantu dokter melihat bagian dalam saluran pencernaan mulai dari kerongkongan, lambung, usus halus sampai usus besar, termasuk area yang tidak mudah dijangkau dengan prosedur endoskopi konvensional,” terangnya.

Baca juga
Tren Kasus Positif Menurun, Masyarakat jangan Lengah

Selain itu, dr. Kaka Renaldi, Sp.PD, KGEH selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi dari Mayapada Hospital Kuningan juga menjelaskan tentang prosedur Kolonoskopi. Kolonoskopi adalah pemeriksaan usus besar dengan alat endoskopi yang berbentuk seperti selang dengan kamera di ujungnya yang dimasukkan ke dalam usus besar melalui lubang dubur. Pemeriksaan ini paling sensitif untuk mendeteksi adanya kelainan, seperti polip atau benjolan kecil pada usus besar.

“Pemeriksaan kolonoskopi adalah gold standard untuk pemeriksaan skrining kanker usus besar karena kemampuannya untuk melihat seluruh usus besar dan mendeteksi serta menghilangkan polip selama prosedur yang sama berlangsung. Ini adalah tes yang paling cocok untuk individu yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga atau kerabat dekat yang sudah menderita kanker usus besar’,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar