Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Kapan Waktu yang Tepat Mengganti Ban Mobil?

Kamis, 09 Jun 2022 - 04:42 WIB
Ban Mobil
(istimewa)

Keselamatan menjadi hal yang paling utama dalam berkendara di jalanan. Tentunya sebagai pengemudi, kita tetap harus memperhatikan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi tidak hanya keselamatan diri sendiri namun juga pengguna jalan yang lain.

Selain faktor kelalaian manusia, perlu diketahui bahwa ban menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan. Mengutip dari data yang diperoleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), nyatanya tercatat 80 persen kecelakaan kendaraan di jalan raya dipengaruhi oleh masalah yang terjadi karena kondisi ban kendaraan yang kurang prima.

Sebagai pengemudi tentunya kita memiliki kewajiban untuk melakukan pengecekan rutin terhadap kendaraan bermobil serta memastikan kondisinya selalu fit sebelum berkendara. Sudah sepatutnya kita untuk lebih peka terhadap kondisi dari kendaraan yang kita miliki, termasuk peka akan kapan waktu yang tepat untuk melakukan penggantian ban.

Benny Fajarai, Co-Founder Lifepal.co.id, membagikan beberapa tips akan waktu yang tepat untuk mengganti kondisi ban kendaraan:

1. Mengganti ban mobil apabila umurnya sudah lebih dari 3 tahun

Meskipun ban mobil terbuat dari bahan dasar karet, namun pemakaian dalam jangka waktu yang cukup lama akan membuat kondisi kelenturan dari karet tersebut akan terus berubah. Yang tadinya ban mobil memiliki tekstur yang elastis, hingga menjadi keras dan kehilangan kelenturannya.

Baca juga
Hyundai Stargazer akan Hadirkan Interior Lapang dengan Ruang Penyimpanan Praktis

Meskipun masih tampak tebal, kondisi ban mobil yang sudah melebihi 3 tahun juga tetap disarankan untuk dilakukan penggantian dengan ban yang baru. Apalagi jika kendaraan dipakai dengan rutin untuk aktifitas sehari-hari.

2. Mengganti ban mobil jika jarak tempuh sudah mencapai 40 ribu kilometer

Di balik durasi penggantian ban mobil yang tidak boleh lebih dari 3 tahun pemakaian, akan lebih baik jika ban mobil segera diganti apabila jarak tempuh sudah mencapai 40 ribu kilometer. Meskipun kelenturan pada ban mobil masih dapat dikatakan cukup baik, jarak tempuh yang panjang akan membuat kemungkinan ban mobil Anda berada pada kondisi aus.

Kondisi pemakaian rata-rata ban mobil dalam setiap tahunnya berkisar 15-20 ribu kilometer. Sehingga, perkiraan jarak tempuh 40 ribu kilometer akan tercapai dalam waktu 2-3 tahun lamanya.

3. Jangan membiarkan ban mobil dalam keadaan gundul hingga ada benjolan

Ban mobil yang mengalami kegundulan seharusnya menjadi perhatian oleh pemilik kendaraan. Kondisi seperti ini harus segera diperhatikan meskipun kondisi gundul pada ban mobil belum terlihat diseluruh permukaan. Misalnya hanya terjadi kegundulan di bagian tengah mobil saja. Adanya kegundulan pada ban mobil menandakan bahwa setiap ban bisa menipis pada bagian tertentu.

Baca juga
Peran Strategis SDM Indonesia Menuju Masa Depan Netralitas Karbon

Lalu, benjolan pada ban juga biasa terjadi di kondisi mobil yang sudah sering digunakan. Meskipun akibat dari benjolan pada ban mobil ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya tekanan pada angin. Namun, adanya benjolan pada ban ini dapat menandakan juga bahwa ketahanan pada ban sudah tidak merata dan harus diganti dengan ban mobil yang lebih baru.

Adanya benjolan pada ban mobil merupakan pertanda putusnya anyaman benang maupun kawat penguat konstruksi.

4. Kondisi ban yang retak dan terlalu sering ditambal

Keretakan pada ban mobil dapat disebabkan oleh hantaran panas yang didapatkan dalam jangka waktu lama. Biasanya, keretakan ini terjadi di bagian samping sisi ban. Sehingga, dengan keretakan ini membuat kondisi ban cepat mudah rapuh dan rusak meskipun umurnya belum mencapai 3 tahun dan masih kurang dari 40 ribu kilometer.

Baca juga
Peugeot 2008 Resmi Mengaspal di Indonesia, Harga Rp490 Juta

Selain itu, ban mobil yang terlalu sering ditambal lama kelamaan akan kekurangan kekuatannya. Seperti yang sudah diketahui, ban yang sudah tidak memiliki kekuatan akan kehilangan sifat elastisnya. Khususnya bagi para pengguna ban tubeless yang sekali tambal bisa berfungsi lagi seperti semula.

Perlu diketahui, penggantian ban mobil juga mengikuti pada tipe ban mobil yang Anda pilih. Karena, perbedaan tipe pada ban mobil akan mempengaruhi tentang bagaimana cara merawat dan biaya perbaikannya. Jangan sampai biaya perbaikan mobil kesayangan justru membebani anggaran yang sudah direncanakan sebelumnya.

“Pengecekan mendalam terhadap kondisi ban merupakan satu langkah penting untuk menghindari resiko finansial yang lebih besar di kemudian hari. Kami juga terus menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mendapatkan perlindungan kepada kendaraannya,” ucap Benny Fajarai.

Tinggalkan Komentar