Senin, 26 September 2022
30 Safar 1444

Kapitalisasi Pasar Jumbo, BEI Pede IPO GoTo Genjot Daya Saing Pasar Modal

Senin, 21 Mar 2022 - 13:43 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Kapitalisasi Jumbo, BEI Pede IPO GoTo Genjot Daya Saing Pasar Modal - inilah.com
Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Patria Sjahrir. Foto: Humas BEI

Hajatan penawaran umum perdana saham atau IPO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) disertai dengan besarnya kapitalisasi pasar perusahaan decacorn itu. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pun optimistis aksi IPO ini jadi salah satu faktor yang dapat mendorong pasar modal Indonesia semakin bersaing dengan bursa lain di luar negeri.

“Momen IPO perusahaan teknologi seperti GoTo merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan supply dan demand di Bursa Efek Indonesia dan dapat membuat BEI semakin bisa bersaing dengan bursa lainnya,” ujar Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Patria Sjahrir dalam keterangan di Jakarta, Senin (21/3/2022).

Baca juga
Raup Rp145 Miliar dari IPO, Mitra Angkasa Alokasikan Dana untuk Ekspansi

Masuknya GoTo ke bursa, lanjut Pandu, diharapkan dapat mendorong kemajuan ekosistem teknologi dan digital di Indonesia. Tercatatnya GoTo di BEI juga akan mendorong perusahaan startup dan unicorn lain di Indonesia untuk masuk ke pasar saham Indonesia, mengingat kapitalisasi pasar GoTo yang cukup besar mencapai Rp413,7 triliun.

“Semakin banyak perusahaan teknologi dengan kapitalisasi besar masuk ke pasar modal, semakin bagus juga market cap kita. Ini sekaligus menunjukkan bahwa bursa kita semakin dipercaya dan menarik buat perusahaan-perusahaan besar melantai,” kata Pandu.

Kapitalisasi Pasar Jadi Daya Tarik Investor

Pandu mengatakan kapitalisasi pasar modal yang meningkat juga akan menarik banyak investor luar negeri untuk masuk ke pasar modal Indonesia. Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk perusahaan teknologi masuk ke pasar modal.

Baca juga
Banyak Transaksi Gelap, Kamrussamad Dorong BEI Coret GOTO dari Bursa

“Ini juga merupakan momentum yang tepat karena karena Indonesia kini tengah merasakan pertumbuhan perusahaan teknologi yang sangat cepat dan memiliki potensi menghasilkan perusahaan-perusahaan baru yang berstatus unicorn,” ujar Pandu.

Pihaknya juga terus menyampaikan kepada para pendiri dari perusahaan unicorn, jika ingin mengembangkan perusahaan, maka menggalang dana di pasar modal merupakan pilihan yang tepat.

“Banyak benefit yang didapatkan seperti good corporate governance yang lebih baik karena akan menjadi perusahaan publik yang terbuka dan akuntabel. Kami juga terus memberikan dukungan yang sangat baik bagi perusahaan-perusahaan lain yang ingin melantai di bursa,” kata Pandu.

Baca juga
Perang Rusia-Ukraina Jadi Risiko Utama IHSG dan Bursa Saham Asia

GoTo mulai menggelar penawaran IPO pada 15 Maret 2022 lalu dengan harga saham perdana yang ditawarkan berada di kisaran Rp316 hingga Rp346 per lembar saham.

Tinggalkan Komentar