Kapolda Metro Minta Polisi yang Tolak Laporan Dimutasi Tour of Area

Tour of Area
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (foto istimewa)

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengambil tindakan tegas terhadap polisi yang menolak laporan korban perampokan di Jakarta Timur dengan mutasi tour of area keluar dari Polda Metro Jaya.

“Saya minta ini yang Jakarta Timur segera fokus lakukan sidang disiplin, tuntut dia untuk mutasi tour of area keluar dari Polda Metro Jaya,” tegas Fadil melalui postingan Instagram @kapoldametrojaya.

Dirinya tampak geram dengan adanya kasus penolakan laporan yang dilakukan oleh jajarannya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di wilayah Polres Jakarta Timur. Diketahui, anggota Polsek Pulogadung Aipda Rudi Panjaitan diduga menolak laporan korban perampokan.

Baca juga  Sepanjang 2021, Polda Metro Jaya Selamatkan 16 Juta Jiwa dari Narkoba

Penolakan laporan itu pun diunggah oleh korban ke media sosial hingga beredar di masyarakat. Dalam unggahannya, korban berinisial KM itu mengaku kecewa dengan pelayanan SPKT.

“Catat betul ini ya, ke depan jika ada anggota yang masih menodai kemurnian profesi, saya minta Kabid Propam dan jajaran tuntut dengan hukuman mutasi tour of area,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang perempuan berinisial KM mengaku kecewa dengan pelayanan pihak kepolisian saat dirinya melaporkan aksi perampokan yang dialaminya di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur pada 7 Desember 2021 lalu.

Ketika itu KM usai mengambil uang dari Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jl Sunan Sedayu, mengendari mobilnya dan tanpa diduga, korban diikuti oleh dua orang pelaku yang mengendari sepeda motor. Dua pelaku itu mengetuk kaca pintu mobil yang dikendarai seraya menunjuk ke arah bagian belakang mobil.

Baca juga  Polisi Urusi Vaksin, Ini Kata Kapolda Metro Jaya

Korban pun mengentikan mobilnya dan segera turun untuk melihat kondisi bagian belakang mobilnya. Kemudian pelaku yang masih berada tak jauh dari mobil korban, dengan cepat langsung mengambil tas milik korban yang diletakkan di dalam mobil.

Korban segera melapor ke kantor polisi terdekat namun malah mendapat penolakan dan menyarankan korban pulang ke rumah untuk menenangkan diri. Korban pun membagikan ceritanya melalui akun media sosial @kumalameta terkait pelayanan pihak kepolisian.

Tinggalkan Komentar