Kamis, 14 Mei 2026 | 26 Dzulqa'dah 1447
inilah.comarenasepak bolaKapten Lebanon Minta Maaf Usai Main “Kotor” dan "Parkir Bus" Lawan Indonesia: Inilah Sepak Bola

Kapten Lebanon Minta Maaf Usai Main “Kotor” dan "Parkir Bus" Lawan Indonesia: Inilah Sepak Bola

Ibnu Medium.jpeg
Selasa, 9 September 2025 - 07:08 WIB
Share
Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia bersitegang dengan pesepak bola Timnas Lebanon dalam FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025). (Foto: Antara)

Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia bersitegang dengan pesepak bola Timnas Lebanon dalam FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

Kapten timnas Lebanon, Mohamad Haidar, menyampaikan permintaan maaf usai timnya tampil dengan permainan keras dan penuh trik saat menahan imbang Indonesia 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin (8/9/2025) malam.

Dalam laga FIFA Match Day tersebut, Lebanon memilih bermain bertahan total, beberapa kali melakukan pelanggaran keras, hingga mengulur waktu. 

Strategi itu membuat mereka diganjar lima kartu kuning oleh wasit asal Korea Selatan, Ko Hyung Jin.

“Mohon maaf atas apa yang terjadi dalam pertandingan. Inilah sepak bola. Kami tidak ingin berseteru dengan pemain mana pun atau membuat masalah dengan orang-orang di dalam lapangan,” kata Haidar dalam jumpa pers usai laga.

Bandingkan Indonesia dengan Argentina dan Brasil

Meski mengakui permainan kasar timnya, Haidar menyebut strategi serupa bisa saja dilakukan Indonesia bila menghadapi tim-tim raksasa dunia.

“Saya harap Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Tapi kita lihat nanti saat melawan Argentina atau Brasil, pasti akan sama seperti sekarang kami bermain melawan Indonesia,” ujar gelandang berusia 35 tahun itu yang sudah mengoleksi 90 caps untuk Lebanon sejak debutnya pada 2011.

Haidar menjelaskan, kondisi timnya yang masih pramusim membuat mereka sulit bermain dengan sistem menyerang penuh selama 90 menit. Karena itu, opsi menumpuk pemain di lini belakang jadi pilihan realistis.

“Dalam situasi kami, sangat sulit bermain menyerang penuh. Tim Anda juga akan berada di situasi yang sama saat melawan tim level tinggi di Piala Dunia,” ucapnya.

Puas dengan Hasil

Haidar mengaku senang Lebanon bisa menahan imbang Indonesia, terlebih setelah sebelumnya mereka menumbangkan Qatar 1-0.

“Secara taktik, kami bermain sangat baik. Seperti kata pelatih, liga kami belum dimulai, kami masih dalam pramusim, tapi bisa bermain melawan tim besar seperti Indonesia,” tutupnya.

 

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com