Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Karakteristik Masyarakat Beragam, BRI Terapkan Strategi ‘Hybrid Bank’

Img 20220119 Wa0005 - inilah.com
Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo. Foto: Antara

Seiring mayoritas masyarakat yang telah terbiasa dengan digitalisasi, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk memilih untuk menerapkan strategi hybrid bank. Pilihan ini dinyatakan perseroan terbukti efektif.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo menjelaskan, hybrid bank lebih cocok diterapkan karena BRI memiliki nasabah yang sangat heterogen.

“Strategi kami mengandalkan hybrid bank untuk menjangkau masyarakat Indonesia yang beragam karakteristiknya. Apalagi di tengah pandemi, kondisi ini semakin mempercepat proses digitalisasi. Namun, di lain sisi masih ada sejumlah nasabah yang masih nyaman dengan layanan perbankan secara fisik,” jelas Indra dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Baca juga
Digitalisasi Daerah, BI Beri Penghargaan kepada Wali Kota Kendari

Dalam aplikasinya, BRI menerapkan prinsip phygital atau physical and digital, yang merupakan paduan keunggulan layanan fisik secara langsung dan tentunya secara digital.

Penerapan hybrid bank dilakukan BRI melalui transformasi digital yang didasarkan pada tiga landasan utama, yakni pertama, digitalisasi proses bisnis untuk meningkatkan produktivitas dan berfokus pada efisiensi, seperti pada layanan BRImo, BRISpot hingga BRILink.

Kedua adalah BRI menyiapkan platform digital untuk masuk dalam ekosistem bisnis. Hal ini menjadi sumber pertumbuhan baru karena mendorong peningkatan CASA, FBI, dan nasabah baru.

Ketiga, BRI berinovasi dalam teknologi keuangan dengan pendekatan fully digital and new business model untuk memberikan layanan kepada nasabah dengan lebih cepat dan efisien.

Baca juga
Digitalisasi, Upaya Mitratel Puaskan Ekspektasi Pemegang Saham

“Landasan tersebut seiring dengan misi kami memberikan layanan perbankan hingga ke seluruh penjuru negeri. Strategi BRI adalah go smaller, go shorter, and go faster untuk menjadi The Most Valuable Banking group in Southeast Asia & Champian of Financial Inclusion,” kata Indra.

Menurut dia, langkah strategis BRI itu pun menuai hasil positif, yang terlihat dari tingkat inklusi layanan perbankan digital BRI bertumbuh lebih dari 100 persen sepanjang 2021 dan pertumbuhan volume penggunaan mobile apps atau super apps BRI naik kurang lebih 600 persen, sehingga keberhasilan tersebut akan terulang pada 2022.

Baca juga
Menko Airlangga Tekankan Pentingnya Pendekatan Kewilayahan Tanggulangi Bencana

Keberhasilan transformasi digital melalui strategi hybrid bank tak terlepas dari rencana matang BRI yang telah dijalankan jauh sebelum era disrupsi akibat pandemi, yakni transformasi besar di area digital dan budaya yang dimulai pada 2016 dan kini telah menunjukkan hasil positif.

BRI pun mulai menyusun blueprint transformasi dengan visi besar BRIvolution 1.0 dan berubah menjadi menjadi BRIvolution 2.0 karena tantangan bisnis di masa pandemi.

Tinggalkan Komentar