Rabu, 01 Februari 2023
10 Rajab 1444

Karangan Bunga dari Para Tokoh Banjiri Rumah Duka Azyumardi Azra

Minggu, 18 Sep 2022 - 18:50 WIB
Karangan bunga duka cita memenuhi rumah duka Prof Dr Azyumardi Azra di kawasan Ciputat, Tangsel, Minggu (18/9/2022). (Foto: Inilah.com/ Dea Hardianingsih)
Karangan bunga duka cita memenuhi rumah duka Prof Dr Azyumardi Azra di kawasan Ciputat, Tangsel, Minggu (18/9/2022). (Foto: Inilah.com/ Dea Hardianingsih)

Kabar meninggalnya Ketua Dewan Pers Prof Dr Azyumardi Azra membuat para tokoh menyampaikan belasungkawa melalui karangan bunga yang dikirim ke rumah duka.

Pantauan Inilah.com di lokasi, karangan bunga berjejer di Perumahan Puri Laras II, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (18/9/2022).

Adapun sejumlah karangan bunga yang terlihat di lokasi dikirim oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, serta Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Jazilul Fawaid.

Selain itu, ada juga karangan bunga dari Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto, mantan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, dan Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel.

Baca juga
Kerabat Ungkap Tak Ada Tanda-Tanda 'Mak Nyak' Akan Meninggal

Karangan bunga juga terlihat dari organisasi pers seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) serta kalangan perguruan tinggi seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Univeristas Indonesia (UI), Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), dan Universitas Indraprasta PGRI.

Sebelumnya, keponakan Prof Dr Azyumardi Azra, Armia Putriana mengungkapkan kondisi pamannya sebelum meninggal.

Menurut dia, Azyumardi baru pulang dari Padang. Kemudian, almarhum berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia pada Jumat (16/9/2022).

“Bapak ke KL itu kondisi sehat wal afiat,” kata Armia saat ditemui di rumah duka, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (18/9/2022).

“Setelah 20 menit mau mendarat ke KL, Bapak ada masalah dengan kesehatan, langsung dibawa ke Serdang Hospital,” jelas Armia.

Baca juga
Aktivis Lieus Sungkharisma Wafat

Setelah tiba di rumah sakit, dokter menyebut kondisi Azyumardi kritis. Sebab, nadinya sempat menghilang selama 10 menit. Kemudian, nadi kembali setelah dokter menggunakan alat pacu jantung.

“Ada masalah memang di jantungnya. Jadi, di jantungnya ada kelemahan sehingga di paru-paru menekan,” lanjut Armia.

Setelah itu, kata dia, almarhum ditidurkan untuk memaksimalkan pemulihan.

Diketahui, Azyumardi meninggal dunia di Selangor, Malaysia setelah menjalani perawatan jantung dan Covid-19 pada pukul 11.30 WIB.

Tinggalkan Komentar