Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Karopenmas Temui Ferdy Sambo sebelum Konferensi Pers, IPW: Periksa Ahmad Ramadhan!

Rabu, 10 Agu 2022 - 16:35 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan. (Foto: Istimewa)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan. (Foto: Istimewa)

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak tim khusus gabungan Polri dan Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri untuk memeriksa Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan karena memberi pernyataan awal terkait kematian Brigadir J pada Senin (11/7/2022) lalu.

Terlebih, menurut pantauan Inilah.com pada Senin (11/7/2022) lalu, Brigjen Ahmad Ramadhan menemui mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo sebelum menggelar konferensi pers di Gedung Humas Polri.

“Memang perlu diperiksa Karopenmas apakah mengetahui atau lalai, sehingga ia tidak cermat menyampaikan informasi yang bohong tersebut kepada publik,” kata Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso kepada Inilah.com, Rabu (10/8/2022).

Untuk itu, IPW juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk meminta maaf kepada masyarakat karena anak buahnya yang justru membeberkan cerita dan kronologi kematian Brigadir J berbeda dengan fakta hasil temuan Timsus Polri.

Baca juga
Jakarta Banjir dari Zaman Belanda Diatasi Era Anies

“Kapolri atau institusi Polri, IPW usulkan untuk meminta maaf kepada publik terkait dengan pernyataan siaran pers oleh Karopenmas Brigjen Ahmad Ramadhan tanggal 11 Juli 2022,” terangnya.

Sehingga, lanjut dia, Karopenmas Divhumas Polri harus menjalani pemeriksaan untuk menelusuri fakta keterlibatan Ahmad Ramadhan dalam skenario kematian Brigadir J.

“Yang menyampaikan informasi (Karopenmas) yang berbeda dengan yang sebenarnya mungkin Karopenmas juga dibohongi oleh Ferdy Sambo,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto juga mendesak pengusutan otak dari skenario kematian Brigadir J.

Termasuk, keterlibatan Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan yang mengawali memberi pernyataan tentang cerita dan kronologi kematian Brigadir J.

“Harus diusut tuntas dan setransparan mungkin. Bukan hanya Karopenmas yang menyampaikan rilis tetapi juga siapa yang membuat rilis kebohongan itu,” ungkapnya.

Baca juga
Dari Rp5,7 Miliar, Pepen Sudah Nikmati Uang Suap Rp700 Juta?

Diketahui, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan dikabarkan dipanggil Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo terkait kasus penembakan, Senin (11/7/2022) sore.

Semula, Inilah.com berusaha mengonfirmasi terkait kasus penembakan yang menewaskan Brigpol J yang merupakan ajudan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo kepada Karo Penmas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan.

Namun, saat ditemui, Ramadhan menolak untuk menjawab perihal tindaklanjut kasus penembakan. “Enggak boleh,” ujarnya singkat di depan Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/7/2022).

Kemudian, Ramadhan terlihat menelpon seseorang dan mengatakan akan memenuhi panggilan Kadiv Propam Polri pada Senin (11/7/2022) sore.

“Saya dipanggil Kadiv Propam, mau dipanggil masalah itu (kematian Brigadir J),” sahutnya kepada seseorang melalui sambungan telpon.

Tak berselang lama, Karopenmas Divhumas Porli, Brigjen Ahmad Ramadhan menggelar konferensi pers pada Senin (11/7/2022) malam dan membeberkan cerita dan kronologi kematian Brigadir J.

Baca juga
Enam Pekan Drama Persidangan, Johnny Depp Menang Lawan Amber Heard

Dihubungi terpisah, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Nurul Azizah mengatakan tak mengetahui adanya pemanggilan Kadiv Propam terhadap Ahmad Ramadhan.

Dia menyebut, Mabes Polri akan segera menindaklanjuti perkembangan kasus penembakan yang menewaskan Brigpol J. “Oh ya saya kurang tahu, beliau kemana. Sabar dulu ya, nanti pasti kita update,” kata Nurul kepada Inilah.com, Senin (11/7/2022) lalu.

 

 

Tinggalkan Komentar