Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Program Kartu Prakerja Diakui Dunia karena Manfaatnya, Presiden Jokowi Puji Menko Airlangga

Jumat, 17 Jun 2022 - 19:28 WIB
Kartu Prakerja Diakui Dunia, Presiden Jokowi Puji Menko Airlangga
Presiden Jokowi dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto hadiri pertemuan alumni Kartu Prakerja di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/6/2022).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkesan juga mendengar data BPS menyebut, 88,9 persen peserta program Kartu Prakerja berhasil meningkatan keterampilannya. Presiden pun memuji kinerja Menko Perekonomian Airlanga Hartarto.

Apresiasi Presiden Jokowi terhadap kerja keras Menko Airlangga disampaikan di depan alumni program Kartu Prakerja dalam acara Temu Raya Alumni Program Kartu Prakerja di Sentul International Covention Centre (SICC), Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/6/2022).

“Yang saya hormati Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto). Beliau ini ‘motor’-nya, yang menggerakkan Kartu Prakerja beserta seluruh PMO yang tergabung di dalamnya,” kata Jokowi.

Jokowi kembali memuji Airlangga serta manajemen pelaksana Program Kartu Prakerja, mengacu kepada data BPS tadi. “Artinya, hasilnya ketemu 88,9 persen. Ini yang harus saya apresiasi, Pak Menko beserta seluruh tim,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Menko Airlangga melaporkan kepada Presiden Jokowi, program Kartu Prakerja juga mendapat apresiasi dari sejumlah negara sahabat. Mereka bahkan ingin meniru program yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

Baca juga
Gubernur Anies Kagumi Anak Muda Lulusan Dalam Negeri Mampu Garap MRT Jakarta Fase 2A

Bukan hanya negara berkembang yang mengakui program Kartu Prakerja, lanjut Menko Airlangga, saat berada di Davos, Swiss, pemerintah Belanda cukup tertarik dengan program ini.

“Dalam pertemuan di Davos, menteri dari Belanda dengan Perdana Menteri-nya mengatakan, program Kartu Prakerja bisa direplikasi di negara-negara berkembang lainnya, Bapak Presiden,” ujar Menko Airlangga.

Masih kata Ketua Umum Partai Golkar ini, program Kartu Prakerja menjadi salah satu program Government to People (G2P) yang paling masif jika dibandingkan dengan negara lain.

Dalam pertemuan UNESCO di Marrakesh, kata Menko Airlangga, program Kartu Prakerja dipilih sebagai program unggulan dalam menghadapi tantangan kerja di masa depan, saat transformasi digital hingga green ekonomi.

Baca juga
Usai Kemah di IKN, Minyak Goreng Masih Langka Jokowi Gelar Rapat

“Kami juga melihat bahwa program ini dinilai lembaga eksternal, seperti CSIS, BPS, kemudian dari Jepang ada J-PAL Southeast Asia, UNDP, Bank Dunia, dengan TNP2K. Seluruhnya menemukan bahwa program ini berdampak positif dalam peningkatan skill dan kepekerjaan pesertanya dan ini mempertegas dampak positif dari program Kartu Prakerja,” tegas Menko Airlangga.

Hingga saat ini, lanjut Menko Airlangga, sebanyak 12,8 juta orang tercatat sebagai peserta program Kartu Prakerja. Dan, sebanyak 95 persen sudah menerima insentif.

Dari sisi demografi. sebanyak 56 persen peserta Kartu Prakerja tinggal di desa, 49 persen perempuan dan sekitar 3 persen adalah penyandang disabilitas.

Selain itu, sebanyak 30 persen peserta yang sebelumnya menganggur kini telah bekerja atau berwirausaha. Dan, sebanyak 90 persen mengakui program ini efektif dalam meningkatkan kompetensi, produktivitas serta daya saing.

Baca juga
Urusan Kader PDIP Hanya Kerja, Capres Urusan Megawati

Sebanyak 66 persen, menggunakan sertifikasi prakerja untuk mendapatkan pekerjaan. Lalu, 92 persen peserta memanfaatkan dana bantuan Rp600 ribu untuk memenuhi kebutuhan pangan dan 70 persen untuk modal usaha.

Dikatakan Menko Airlangga, sebanyak 27 persen dari penerima belum pernah punya rekening. “Tetapi 27 persen Itu memilih menggunakan e-wallet sehingga ini menjadi program inklusi keuangan,” pungkasnya. [ikh]

Tinggalkan Komentar