Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Kasus COVID-19 Meningkat, Status Kota Sukabumi Jadi PPKM Level 2

Kasus COVID-19 Meningkat, Status Kota Sukabumi Jadi PPKM Level 2

Kasus COVID-19 di Kota Sukabumi, Jawa Barat, meningkat sejak pertengahan Januari 2022. Kasus COVID-19 yang meningkat membuat Sukabumi berstatus pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Sebelumnya Kota Sukabumi bersatus PPKM Level 1.

“Sama seperti daerah lain di Jabar yang awalnya berstatus PPKM level 1 sekarang menjadi level 2 yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya jumlah kasus COVID-19 setiap harinya meningkat,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi Wahyu Handriana di Sukabumi, Selasa (1/2/2022).

Kota Sukabumi berpredikat PPKM level II setelah Menteri Dalam Negeri RI M Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Mendagri (Inmendragri) Nomor 06 Tahun 2022 tentang PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1 COVID-19 di wilayah Jawa dan Bali.

Baca juga
Terdakwa Bantah Terlibat Mafia Tanah, Nirina Zubir Tak Ambil Pusing

Selain Kota Sukabumi, beberapa daerah di Jabar juga menyandang PPKM level II. Daerah tersebut antara lain Kabupaten Kuningan, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Majalengka dan Kota Tasikmalaya.

Kemudian Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang serta Kabupaten Subang.

Menurut Wahyu, faktor lainnya yang menyebabkan level COVID-19 meningkat, selain adanya kenaikan kasus, juga ada penambahan kasus kematian serta jumlah ruang isolasi rumah sakit rujukan dipenuhi pasien yang terinfeksi virus mematikan ini.

Namun demikian, untuk Kota Sukabumi sejak awal tahun hingga saat ini belum ada kasus kematian pasien terkonfirmasi COVID-19 dan ruang isolasi di RS rujukan belum dipenuhi pasien.

Baca juga
KPK Pastikan Kasus Korupsi Helikopter AW-101 Dibawa ke Pengadilan

Sesuai data perkembangan kasus COVID-19 di Kota Sukabumi sejak awal Januari hingga 1 Februari 2022 warga yang terkonfirmasi positif hanya berjumlah 28 pasien. Hingga kini hanya dua pasien yang sedang menjalani isolasi sementara sisanya sudah dinyatakan sembuh.

“Agar kasus COVID-19 tidak terus meningkat, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan walaupun sudah menjalani vaksinasi COVID-19,” imbaunya.

Tinggalkan Komentar