Selasa, 07 Februari 2023
16 Rajab 1444

Kasus Naik, Subvarian Omicron XBB dan XBC Serang Usia Produktif

Kamis, 03 Nov 2022 - 15:25 WIB
Subvarian Omicron XBB dan XBC
Dokumentasi RS YARSI

Pandemi belum usai. COVID-19 bermutasi membentuk subvarian Omicron XBB dan XBC yang banyak serang masyarakat usia produktif. Subvarian Omicron XBB dan XBC juga berisiko tinggi jika menyerang lansia. Hanya dalam 1 hari saja, lonjakan kasus COVID-19 ini cukup tinggi sampai dua kali lipat, yaitu 3000 kasus dengan angka kematian mencapai 32 orang. Hal ini disampaikan oleh dokter Erlina Burhan selaku Ketua Satuan Tugas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PBIDI).

“Kalau dua minggu yang lalu ya stabil sekali angka COVID-19 kita, 2000-an ya, tapi minggu lalu mulai naik ke 3000 dan yang kita cukup terkejut adalah bahwa dari tanggal 31 Oktober ke 1 November 2022 itu lonjakannya cukup lumayan, hampir dua kali lipatnya,” paparnya dalam temu media online, Jakarta, Kamis (3/11/2022).

Demikian juga dengan angka kematiannya, kalau di pertengahan Oktober 2022 itu kisaran kematian karena COVID-19 ini sekitar 16 orang sampai 24. Tapi coba kita cermati November 2022 tanggal 1 ini sudah 32.

Baca juga
Prediabetes jadi Penyebab Kencing Manis jika Dibiarkan

“Artinya apa, artinya peningkatan kematian juga dua kali lipat lebih tinggi. Ini sesuatu hal yang patut kita waspadai,” tambahnya.

Lebih mudah menyerang yang belum pernah terkena COVID-19

Menurutnya, virus ini banyak menyerang kelompok usia produktif, dan berisiko tinggi jika menyerang lansia. Selain itu, kata Erlina, virus ini lebih mudah menyerang orang yang belum pernah terjangkit COVID-19.

“Jadi virus ini juga lebih rentan menyerang yang naif ya, yang belum pernah kena COVID-19, dan banyak menyerang kelompok usia muda, usia 20 sampai 30-an, tapi lebih berisiko jika menyerang lansia ini ya, hati-hati,” tambahnya.

Virus varian XBB adalah rekombinan Delta (B.1.617.2) dan omicron BA.2 yang pertama kali ditemukan pada Agustus 2022 di India. Sedangkan untuk varian virus XBC terdapat laporan bahwa virus tersebut sudah menyebar di Filipina dengan risiko gejala klinis yang lebih berat. Namun untuk virus varian ini, belum ada bukti ilmiah mengenai perbedaan kemampuan penularan dan keparahan gejala.

Baca juga
Andika Perkasa Sempat Tinjau Lokasi Rapim Sebelum Positif COVID-19

XBB dan XBC menyebar di 26 negara

Menurut data yang diterima WHO pada 17 Oktober 2022, sampai saat  ini virus varian baru tersebut sudah menyebar hingga ke 26 negara, seperti Australia, Bangladesh, Denmark, India, Jepang, dan US. Berdasarkan observasi dari negara yang sudah terjangkit XBB, model penularan virus ini dianggap sama dengan varian lain yang sudah ada.

Kini subvarian tersebut menjadi virus yang predominan di Singapura hingga mencapai 54 persen kasus pada minggu kedua di bulan Oktober 2022, sedangkan pada minggu sebelumnya hanya di angka 22 persen. Untuk persebaran virus XBC, negara yang sudah melapor adalah UK dan Filipina, dengan Filipina sudah mencapai 193 kasus subvariant XBC dengan angka kematian 5 kasus.

Baca juga
Sempat Dilonggarkan, Jokowi Larang Warga Lepas Masker di Ruang Terbuka

Oleh karena persebaran virus varian terbaru dan tingkat kematian yang tinggi ini, PB IDI meminta masyarakat agar berhati-hati ketika sedang berada di tengah keramaian, tetap memperketat prokes dan menerapkan pola hidup sehat, terutama untuk individu dengan daya tahan tubuh rendah. Dokter Erlina juga menghimbau agar para tenaga kesehatan juga turut menjaga kesehatan diri agar dapat tetap berkontribusi dalam pelayanan kesehatan.

Tinggalkan Komentar