Kamis, 18 Agustus 2022
20 Muharram 1444

Kasus Omicrom Kebanyakan OTG

Senin, 27 Des 2021 - 11:44 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Kasus Omicrom Kebanyakan OTG

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut temuan kasus Omicrom kebanyakan OTG (orang tanpa gejala). Untuk itu Luhut meminta untuk memperketat testing dan tracing (pengetesan dan pelacakan).

“Karena mungkin di beberapa tempat sudah banyak yang nol kasus, sehingga mereka malas melakukan testing. Namun, kami imbau untuk tetap melakukan testing karena OTG banyak ditemukan dalam Omicron ini,” katanya dalam konferensi pers perkembangan penanganan COVID-19, Senin (27/12/2021).

Dia menjelaskan testing dan tracing akan membantu mengidentifikasi potensi penyebaran kasus dengan cepat dan mengisolasi penyebaran tersebut supaya tidak meluas.

“Melalui testing dan tracing yang kuat, langkah karantina di level mikro, seperti yang di Wisma Atlet. Dapat kita implementasikan seandainya transmisi lokal varian Omicron sudah terdeteksi,” katanya.

Luhut memastikan berkat langkah tegas pemerintah mencegah masuknya varian Omicron, kasus COVID-19 yang terjadi di Tanah Air masih berada pada tingkat yang rendah.

Baca juga
Tahun Ini, Komitmen Belanja Produk Dalam Negeri 6 Kali Anggaran Kemenhan

Kasus Omicrom Trennya Mulai Naik

Terhitung sudah 164 hari kasus tetap rendah, sejak puncak kasus varian Delta pada 15 Juli lalu, hingga saat ini belum terlihat adanya indikasi peningkatan kasus akibat gelombang Omicron.

Demikian pula tingkat perawatan di rumah sakit dan tingkat kematian saat ini masih menunjukkan tanda-tanda yang cukup terkendali.

“Namun, pemerintah tetap hati-hati dan waspada karena masih banyak ketidaktahuan kita mengenai virus ini,” katanya.

Koordinator PPKM Jawa-Bali itu menuturkan pengawasan terhadap data COVID-19 dalam penertapannya ketat hingga level kabupaten/kota.

“Sebagaimana saya sampaikan pekan lalu, pengetatan kegiatan masyarakat baru akan terjadi ketika sudah melebihi threshold (ambang batas) tertentu. Tentu dengan memperhatikan tidak hanya kasus harian, tetapi juga kasus perawatan RS dan kematian,” jelasnya.

Baca juga
Jurus LBP Taklukkan Megawati

Adapun capaian vaksinasi umum dan lansia di Jawa-Bali juga terus meningkat. Capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua di Jawa-Bali masing-masing telah mencapai lebih dari 80 persen dan 60 persen.

Begitu pula hasil sementara Serosurvei Nasional juga menunjukkan tingkat kekebalan masyarakat yang cukup tinggi.

“Namun, masih terdapat beberapa daerah kabupaten/kota dengan vaksinasi dosis pertama di bawah 50 persen pemerintah terus mendorong peran serta pemerintah daerah untuk terus memaksimalkan suntikan vaksin di wilayahnya,” katanya.

Tinggalkan Komentar