Senin, 26 September 2022
30 Safar 1444

KCIC: Biaya Proyek Kereta Cepat China Bengkak Rp30 Triliun, Balik Modal 40 Tahun

Senin, 07 Feb 2022 - 21:09 WIB
KCIC: Proyek Kereta Cepat China Bengkak Rp30 T, Balik Modal 40 Tahun

Banyak kalangan menebak harga tiket kereta cepat China Jakarta-Bandung yang kesandung banyak masalah. Sekaligus berapa tahun balik modalnya.

Tentu saja, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi tidak sedang bercanda. Dia mengusulkan tiket kereta cepat China Jakarta-Bandung dibanderol antara Rp150 ribu hingga Rp350 ribu.

Angka ini, kata Dwipayani, muncul berdasarkan hasil studi Polar Universitas Indonesia (UI).
“Untuk demand forecast, dihitung ada sekitar 31.215 penumpang per hari pada 2023 dan KCIC akan menggunakan skenario konservatif,” ujar Dwiyana dalam rapat dengan Komisi V DPR, Jakarta, Senin (7/2/2022).

Sedangkan anggaran proyek kereta cepat China ini, menurutnya, bakal melumat duit sedikitnya Rp113,9 triliun. Biaya ini membengkak dari perhitungan awal Rp84,3 triliun. Atau bengkak hampir Rp30 triliun. Total biaya investasi setelah terjadi pembengkakan modal masih dikaji oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Baca juga
Akhirnya, Jokowi Bagi-bagi Sepeda Lagi

Dari perhitungan nilai investasi, jumlah penumpang, dan harga tiket, proyek ini diperkirakan akan balik modal selama 40 tahun. Dwiyana menyebut akan sulit mencapai titik impas di bawah waktu yang diprediksikan lantaran proyek investasi kereta biasanya membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun untuk balik modal. “Namun ini masih dievaluasi apakah ada revenue stream yang BEP-nya (break event point) bisa lebih kecil dari 40 tahun,” katanya.

Sekedar mengingatkan, KCIC adalah konsorsium pelaksana proyek memegang konsesi 50 tahun, termasuk masa konstruksi dan pengembangan. Proyek jumbo ini ditargetkan memasuki tahap uji coba atau trial run pada November 2022 dan akan beroperasi secara komersial pada 2023.

Baca juga
Airlangga Dampingi Jokowi Terima Kunjungan Ketua Liga Parlementer Jepang-Indonesia

Hingga akhir Desember 2019, proses konstruksi kereta cepat telah mencapai 79,9 persen. Penyelesaian pengerjaan jembatan menyentuh 89,3 persen; subgrade 78,41 persen; tunnel 98,07 persen. Sedangkan pemenuhan rolling stock atau kereta mencapai 85 persen.

Setelah beroperasi, kereta dengan panjang lintasan 142,3 kilometer dengan kecepatan 350 kilimeter per jam ini akan melewati empat stasiun. Keempatnya adalah Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegaluar. Kereta memiliki kelas VIP, kelas utama atau first class, dan kelas bisnis atau second class. Masing-masing rangkaian terdiri atas delapan kereta yang mengangkut 601 penumpang.

 

Tinggalkan Komentar