Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

KCMI Ungkap Cadangan Emiten IATA Naik Sebanyak 20,58 Juta Metrik Ton

KCMI Ungkap Cadangan Emiten IATA Naik 20,58 Juta Metrik Ton - inilah.com
Foto: Istockphoto

Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI) melaporkan bahwa PT Arthaco Prima Energy (APE) menemukan cadangan 20,58 juta metrik ton atau MT dengan besaran nilai kalori GAR 3.250 kg/kcal pada pengeboran Tahap 1 di lahan seluas 380 Ha. Luas tersebut terhitung dari total area cadangan saat ini 2.059 Ha.

APE merupakan salah satu Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang baru saja diakuisisi oleh PT MNC Energy Investments Tbk (IATA).

“Sumber daya batu bara Tahap 1 mencapai 138,85 juta MT,” kata Natassha Yunita, Head of Investor Relations PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (9/5/2022).

Baca juga
Tiga Saham Pilihan saat IHSG dalam Tren Bearish

Menggunakan harga batu bara HBA rata-rata dari tahun 2000 sampai dengan April 2022, kegiatan penambangan APE akan menghasilkan Net Present Value (NPV) sebesar US$56,6 juta, dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 56,5%, Break Even Point (BEP) sebesar 5,2 juta MT dan Payback Period pada 1,87 tahun.

“Tentunya jika harga batu bara bertahan seperti sekarang, NPV di atas akan meningkat hingga lebih dari dua kali lipat,” ujarnya.

Menurut Natassha, temuan cadangan dan sumber daya masih akan terus bertambah. “Sebab, pengeboran Tahap 1 yang dilakukan hanya kurang dari 20% area IUP APE yang dapat ditambang,” ungkap dia. “Pengeboran Tahap 2 dan Tahap 3 rencananya akan selesai pada kuartal ini.”

Baca juga
KFC dan Pizza Hut Tangguhkan Operasional di Rusia

APE telah memiliki IUP Operasi Produksi dengan luas 15.000 Ha di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Lokasi tambang APE hanya 12,5 km dari sungai dan sekitar 108 km ke area transhipment di pelabuhan Tanjung Buyut. APE direncanakan memulai produksi pada kuartal IV 2022.

“Dengan tambahan laporan KCMI ini, cadangan batubara terbukti dari 9 IUP yang dimiliki oleh IATA naik menjadi 158,68 juta dari sebelumnya 138,1 juta MT,” tuturnya.

Angka tersebut belum memperhitungkan tambahan cadangan dari IUP APE yang lebih dari 80% lahannya belum dilakukan pengeboran, dan dari IUP PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal-South (BSPC-S), PT Putra Mandiri Coal (PUMCO), PT Primaraya Energi (PE), PT Titan Prawira Sriwijaya (TPS), PT Sriwijaya Energi Persada (SEP), serta PT Energi Inti Bara Pratama (EIBP) yang sama sekali belum dilakukan pengeboran.

Baca juga
Harga Komoditas Meroket, Berkahnya untuk Oligarki, Deritanya Jatah Rakyat

Kegiatan pengeboran akan terus dilanjutkan dan cadangan akan terus bertambah jika hasil eksplorasi menunjukkan temuan batubara.

“Manajemen memperkiraan cadangan batubara untuk semua IUP mencapai minimal 600 juta MT,” imbuhnya.

Tinggalkan Komentar