Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Kebijakan Mudik jadi Angin Segar bagi Industri Bus

Mudik Bus
(foto: hino.co.id)

Kebijakan pemerintah yang memperbolehkan masyarakat untuk melakukan mudik di Hari Raya Idul Fitri tahun ini seiring dengan turunnya kasus positif COVID-19 dinilai merupakan angin segar bagi industri dan penjualan bus.

“Dari sudut sektor bus sangat bagus dan akan bangkit, karena sektor ini sangat terkena dampak dari pandemi dimana dua tahun ini tidak dibolehkan untuk mudik Lebaran,” kata Chief Operating Officer PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo di Jakarta, baru-baru ini.

“Secara umum, ekonomi kita juga akan tumbuh, itu terbukti. Namun, untuk bus memang belum kelihatan untuk belanja bus baru. Tapi dengan kondisi pandemi yang terus menurun dan dibolehkan mudik, saya lihat ke depannya positif,” ia menambahkan.

Baca juga
Penumpang di Bandara Soetta Capai 104.177 Orang, Bali Jadi Tujuan Terbanyak

Selain itu, Santiko mengatakan bahwa pihaknya juga menyiapkan berbagai program dan layanan untuk mendukung operasional bus besutannya selama libur Lebaran dan akhir pekan.

“Segmen bus adalah salah satu segmen kami sehingga kami tetap berikan support. Dengan dibolehkan mudik, kami berharap bisnisnya bisa naik lagi,” kata dia.

Lebih lanjut, Santiko juga menyinggung kesiapan perusahaan terkait bus bertenaga listrik. Ia mengatakan Hino masih mempelajari situasi dan infrastruktur Indonesia agar layanan dan produksi bus listriknya dapat berjalan maksimal.

“Kami masih studi untuk bus listrik ini karena tidak mudah, butuh infrastruktur. Mobil passenger saja belum semuanya (ada). Dan itu memang infrastruktur jadi (pertimbangan) utama. Sehingga, bus listrik masih ditunda dulu,” kata Santiko.

Baca juga
Ketua DPD Golkar Ajak Pengurus RT-RW Pantau Warga yang Mudik Lebaran

“Kami tidak mau sekadar impor, kan kami sudah 40 tahun di sini dan punya pabrik. Untuk lokalisasi, kami perlu lihat skala ekonominya seberapa,” ujarnya menambahkan.

Di sisi lain, Santiko mengatakan untuk sektor truk Euro 4 yang sebelumnya diluncurkan pada 10 Maret, secara total sudah mendapat permintaan dari konsumen sebanyak 7.500 unit sejak diluncurkan. Permintaan ini akan Hino penuhi dalam semester 1 tahun ini.

“Kami selalu siap untuk memberikan layanan terbaik, agar operasional bisnis customer kami tetap berjalan lancar dan memaksimalkan keuntungan pelanggan,” kata Santiko.

Tinggalkan Komentar