Selasa, 16 Agustus 2022
18 Muharram 1444

Kebijakan Serba Dadakan, Luhut Tunda Beli Migor Pakal PeduliLindungi 3 Bulan

Sabtu, 02 Jul 2022 - 10:50 WIB
Kebijakan Serba Dadakan, Luhut Tunda Migor PeduliLindungi 3 Bulan
Menko Kemaritiman dan Investasi. Luhut Binsar Pandkjaitan

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memperpanjang sosialisasi beli minyak goreng (migor) curah rakyat (MCGR) pakai PeduliLindungi diperpanjang tiga bulan.

Lantaran masih banyak ditemui pengecer resmi yang telah terdaftar di aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah 2.0 (Simirah 2.0) maupun Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) yang belum mengunduh QR Code PeduliLindungi.

“Saya juga minta masa transisi dan sosialisasi penggunaan PeduliLindungi yang tadinya 2 minggu, bisa diperpanjang selama 3 bulan. Kita harus memahami proses adaptasi yang masih dibutuhkan oleh teman-teman di lapangan,” ungkap Menko Luhut dalam rapat evaluasi kebijakan pengendalian minyak goreng, Jumat (1/7/2022).

Baca juga
Sebelum Resmi Caplok Twitter, Elon Musk Sempat Bertemu Menko Luhut

Dalam masa perpanjangan sosialisasi ini, masyarakat tetap dapat membeli minyak goreng curah rakyat tanpa perlu menunjukkan NIK.

Namun pemerintah berharap kepada para pengecer dan pembeli agar mulai menggunakan dan membiasakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam proses jual beli MGCR. Untuk itu, pengecer akan didorong segera mencetak QR Code Peduli Lindungi melalui Simirah 2.0 atau PUJLE dan menempelnya di tempat penjualan.

Selain itu pemerintah juga akan terus mengembangkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai alat pengawasan dan kontrol distribusi minyak goreng untuk mengantisipasi kembali terjadinya kenaikan harga minyak goreng di pasaran.

Menko Luhut pun memastikan bahwa pemerintah saat ini tengah berupaya menemukan keseimbangan antara target dari sisi hulu hingga hilir terkait pengendalian minyak goreng.

Baca juga
Bahas Ketentuan Cukai, Bea Cukai Gelar Sosialisasi di Yogyakarta dan Bandung

“Saat ini harga minyak goreng telah mencapai Rp14.000 per liter di Jawa-Bali, sehingga kebijakan di sisi hulu dapat kita mulai relaksasi secara hati-hati untuk mempercepat ekspor dan memperbaiki harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Menko Luhut, juga sepakat akan segera mendorong penyesuaian harga MGCR di luar Jawa-Bali yang masih belum sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menko Luhut juga meminta kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) supaya pelaksanaan program minyak goreng kemasan rakyat (MinyaKita) bisa dipercepat.

“Untuk mengakselerasi minyak goreng kemasan perlu diberikan insentif yang menarik bagi produsen, sehingga mereka dapat bergerak lebih cepat dan pengiriman juga menjadi lebih mudah karena dapat menggunakan jalur distribusi biasa seperti kapal kontainer, tidak harus menggunakan kapal curah,” ujarnya.

Baca juga
Dapat Tugas Atasi Kelangkaan Migor, Menko Luhut Makin 'Kaya' Jabatan

 

Tinggalkan Komentar