Rabu, 01 Februari 2023
10 Rajab 1444

Kebut Penyaluran BPNT 14 Hari, Mensos Risma Gandeng PT Pos Indonesia

Senin, 21 Feb 2022 - 20:45 WIB
Kebut Penyaluran BNPT 14 Hari, Mensos Risma Gandeng Pos Indonesia

Guna percepatan pencairan dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini, Kementerian Sosial menggandeng PT Pos Indonesia untuk mengantarkan dana hingga ke rumah penerima (door to door).

“Pencairan dana BPNT ini serentak mulai Minggu, 20 Februari 2022, Kami sudah memutuskan untuk menyalurkan BPNT melibatkan PT Pos Indonesia,” kata Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, di Jakarta, dikutip Senin (21/2/2022).

Menurut Mensos Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini, BPNT tahap pertama dilakukan untuk tiga bulan sekaligus, yakni Januari, Februari, dan Maret 2022. Di mana, BPNT diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp200 ribu per bulan. “Sehingga yang diterima KPM uang sejumlah Rp 600 ribu. Kemudian penyaluran tahap pertama ditargetkan total penerima 18,8 juta KPM di seluruh indonesia,” imbuhnya.

Direktur Keuangan dan Bisnis Jaringan Pos Indonesia, Charles Sitorus mengatakan, berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui rapat terbatas (ratas), program saat ini adalah program bantuan sembako.

Baca juga
Risma Segera Tingkatkan Kualitas Prasarana Suku Dayak Meratus

Jadi, bukan lagi penyebutannya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Karena saat ini bantuan yang diberikan secara tunai, bukan non tunai. “Pos Indonesia harus menyelesaikan penyaluran dalam waktu 14 hari. Kita bekerja cepat untuk 18,8 juta (KPM),” kata Charles.

Perkembangan ini menjadi sinyalemen positif bagi Pos Indonesia karena yang didasari performance sebelumnya. Menurut Charles, Pemerintah menginginkan dana tersebut segera dipergunakan masyarakat. Karenanya digunakanlah metode langsung diterima oleh masyarakat.

“Model pengantaran kita lengkapi, yang membuat kita berbeda adalah ada kelengkapan kita melakukan foto, dan taging dari lokasi rumah. Jadi kita masukkan dalam dashboard. Yang kedua adalah biometrik, artinya face recognition yang aplikasinya terkoneksi dengan disdukcapil,” urai Charles.

Dengan metode tersebut, lanjutnya, dua pekerjaan Kemensos terselesaikan. Yakni penyaluran bansos dan pemutahiran data dari Pos. “Ini yang membedakan dengan yang lain. sudah dilengkapi dengan foto dari rumah si penerima dan geotaging-nya, sehingga tahu posisi atau lokasi dengan tepat,” paparnya.

Baca juga
Pos Indonesia Rangkul MNC Finance Kembangkan MotionCredit

EVP Regional 2 Jakarta PT Pos Indonesia, Arifin Muchlis mengatakan, khusus wilayah regional 2 Jakarta, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) mencapai 650.533 keluarga. Penyaluran BPNT dilakukan melalui tiga metode, yakni diantarkan langsung (door to door), pembayaran melalui komunitas, dan pembayaran melalui Kantor Pos.

Dijelaskan Arifin, BPNT juga didistribusikan melalui aplikasi PGC (Pos Giro Cash). Saat pendistribusian di kecamatan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, para juru bayar Pos Indonesia melakukan validasi penerima (KPM) dengan metode foto face recognition. Selanjutnya dilakukan geo tagging, dan memotret rumah KPM.

“Dalam proses penyaluran BPNT petugas kami tetap menaati protokol kesehatan demi pencegahan penularan covid-19. Para petugaspun sudah divaksin,” kata Arifin.

Menurut Rohaedah, warga Pondok Labu, Jakarta Selatan yang termasuk KPM, program BPNT yang diberikan per tiga bulan senilai Rp600 ribu, sangat membantu. “Alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan bantuan ini. Uang ini bisa untuk membeli beras dan kebutuhan sehari-sehari keluarga. Selama pandemic suami saya yang bekerja sebagai buruh cuci motor tidak ada pemasukan lagi,” ujar Rohaedah.

Baca juga
Anggaran Perlinsos Rp476 Triliun, Sri Mulyani Ingatkan Risma Jangan Ada Korupsi

Hal serupa disampaikan Sainah, perempuan paruh baya yang sudah tidak bekerja. Untuk menopang hidup, dia mengandalkan uang pemberian anak. “Dulu saya sempat kerja menjadi asisten rumah tangga. Sekarang tidak lagi karena sakit. Pemasukan cuma dari pemberian anak Rp100 ribu sebulan. Ada tetangga juga yang kadang memberi. Kalau tidak ada, ya saya makan nasi saja,” tutur Sainah.

Tinggalkan Komentar