Rabu, 06 Juli 2022
07 Dzul Hijjah 1443

Kediaman PM Irak Diserang Drone dengan Bahan Peledak

Minggu, 07 Nov 2021 - 22:55 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Kediaman PM Irak Diserang Drone dengan Bahan Peledak - inilah.com
Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi

Kediaman Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi di Baghdad menjadi sasaran serangan drone dengan bahan peledak, Minggu (7/11/2021) waktu setempat.

Sejumlah anggota pasukan pengamanan Khadimi terluka dalam serangan yang berasal dari 3 drone tersebut.
“Tiga pesawat tak berawak digunakan dalam serangan itu, termasuk dua
yang dicegat dan dijatuhkan oleh pasukan keamanan, sementara pesawat tak
berawak ketiga menghantam kediaman itu,” demikian diberitakan kantor
berita INA, mengutip pernyataan juru bicara kementerian dalam negeri
Irak.

“Serangan teroris pengecut yang menargetkan rumah perdana menteri tadi malam dengan tujuan membunuhnya, adalah penargetan serius negara Irak oleh kelompok-kelompok bersenjata kriminal,” kata kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan tersebut, seperti dilansir Reuters.

Baca juga
Penelitian Baru Buktikan Drone Bisa Terbang Mandiri Lintasi Hutan

Dalam beberapa gambar yang diterbitkan oleh INA, tampak kerusakan di beberapa titik di kediaman Kadhimi. Sementara itu, kendaraan SUV yang diparkir di garasi juga rusak akibat serangan drone.

Akun Twitter resmi Kadhimi mengatakan perdana menteri selamat dan meminta publik untuk tenang.

Presiden Irak, Barham Salih, mengutuk serangan drone sebagai kejahatan keji terhadap Irak. “Kami tidak dapat menerima bahwa Irak akan terseret ke dalam kekacauan dan kudeta terhadap sistem konstitusionalnya,” katanya dalam sebuah tweet.

Serangan itu terjadi menyusul serangkaian aksi protes di ibu kota Irak atas hasil pemilihan umum bulan lalu yang berujung pada kekerasan.

Baca juga
Polisi Dalami Dugaan Dana Desa Digunakan KKB

Kelompok-kelompok yang memimpin protes dan keluhan tentang hasil pemilu 10 Oktober adalah para milisi bersenjata dukungan Iran.

Mereka kehilangan banyak suara parlemen pada pemilu itu dan telah menuduh adanya kecurangan dalam pemilihan dan penghitungan suara.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di kediaman Khadimi di Zona Hijau Baghdad, kompleks gedung pemerintah dan kedutaan asing yang dijaga sangat ketat.

Tinggalkan Komentar