Rabu, 28 September 2022
02 Rabi'ul Awwal 1444

Kehidupan Nelayan Bergelimang Kemiskinan, Petinggi PBNU Sentil Pemerintah

Sabtu, 05 Feb 2022 - 17:17 WIB
Kehidupan Nelayan Bergelimang Kemiskinan, PBNU Sentil Pemerintah

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Akhmad Said Asrori menyayangkan nasib nelayan Indonesia yang serba kekurangan. Kekuasaan bikin lupa segalanya.

Ia menyebut, hal itu karena kebijakan pemerintah yang kurang berpihak kapada masyarakat nelayan. Kalau pun ada perhatian, cuman cuilan belaka. “Masyarakat nelayan (menjadi) miskin karena kebijakan yang belum berpihak kepada mereka. Sehingga sebenarnya mereka bukan kaum yang dha’if (lemah), tapi kaum yang didha’ifkan (dilemahkan),” terang Kiai Said Asrori dalam peringatan Harlah ke-96 NU di Hotel Meruora Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kebupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (5/2/2022).

Dia menegaskan, salah satu program yang dilakukan PBNU adalah mengentaskan kemiskinan rakyat, termasuk nelayan. Program tersebut dijalankan bekerja sama dengan Kemenko Kemaritiman dan Investasi dan Kementerian Koordinator Kelautan dan Perikanan.

Dalam acara Harlah ke-96 NU yang bertema “Merawat Jagat Kemaritiman, Membangun Peradaban Nelayan” itu, Kiai Said Asrori mengajak kepada seluruh pihak agar bisa kompak demi suksesnya program tersebut. Langkah ini merupakan wujud khidmah kepada bangsa, agama, dan organisasi.

Baca juga
PB Khitthah Ulama Nahdliyyin Ajak Seluruh Elemen Bangsa Gelar Doa dan Zikir untuk Aksi 11 April

“Program seperti ini harus diniatkan bersama-sama sebagai bagian khidmah kepada bangsa, khidmah kepada agama, khidmah kepada organisasi. Bapak ibu yang kebetulan menjadi pengurus di semua tingkatan, sekaligus para badan otonom, marilah bersama-sama laksanakan kebijakan ini dengan sepenuh hati, sungguh-sungguh, lahir batin, dan terus menerus shingga sukses,” ajaknya.

Mengenang Almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thullab, Wonosari, Tempuran, Magelang, Jawa Tengah ini, mengatakan, saat pemerintahan Gus Dur, potensi besar sektor maritim masuk skala prirotas. Tentu saja, kesejahteraan nelayan menjadi poin pentingnya.

“Perlu diketahui bahwa, negara Indonesia ini wilayahnya dua pertiga adalah laut. Saya ingat ketika Gus Dur dilantik jadi presiden, salah satu yang menjadi perhatian beliau adalah bagaimana laut Indonesia, maritim Indonesia yang kaya raya ini. betul-betul bisa dioptimalkan. Sebesar-besarnya untuk kemakmuran bangsa tercinta,” ucap Kiai Said Asrori.

Baca juga
Jokowi Sebut Ngaji Bisa di Metaverse, Pakar TI: Jangan Terjebak

“Hari ini Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mempunyai nasab keilmuan dengan Gus Dur untuk betul-betul memanfaatkan laut ini demi kemakmuran Indonesia,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), TB Haeru Rahayu dan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Turun memberi sambutan secara daring Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Asal tahu saja, wilayan Nusa Tenggara Timur yang sebagai besar kepulauan, memiliki potensi kelautan dan perikanan yang berlimpah. Luas daratannya sekitar 48.718,10 km2, namun luas perairan atau laut sekitar 200.000 km2 di luar perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

sementara Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf bilang, watak dasar rakyat Indonesia sejatinya adalah maritim. “Peradaban kita adalah peradaban maritim. Karakter peradaban maritim ini yang akan menjadi modal peradaban kita untuk mengarungi perujuangan yang pasti tidak mudah,” ujarnya.

Baca juga
KPK Periksa Adik Mardani H Maming

Selanjutnya, Gus Yahya, sapaan akrab KH Yahya C Staquf, mengajak seluruh pengurus PBNU untuk tidak sekadar berkata-kata, melainkan bekerja secara maksimal dengan hasil yang terukur. Dia menargetkan, sedikitnya 90 kampung binaan NU terbangun. “Sebagai wujud konkret keberpihakan NU pada masyarakat nelayan,” ungkapnya.

Tinggalkan Komentar